PONTIANAK MEREKAM .COM , KETAPANG – Dugaan kasus pencabulan yang melibatkan seorang kepala sekolah (kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah menjadi perhatian publik. Oknum kepala sekolah tersebut diduga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap seorang siswa laki-laki di lingkungan sekolah.

Peristiwa ini disebut terjadi pada Maret 2026 dan diduga berlangsung di ruang kepala sekolah. Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh korban ke pihak kepolisian pada 12 Maret 2026 dan saat ini masih dalam proses penanganan.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, IPTU Dedy Syahputra Bintang, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus ini.

“Sudah ada laporannya di Polsek,” ujarnya saat dikonfirmasi.

📍 Terjadi di Lingkungan Sekolah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tindakan asusila tersebut dilakukan oleh oknum kepala sekolah berinisial A yang menjabat di salah satu SMK di wilayah Muara Pawan. Peristiwa diduga terjadi di ruang kerja kepsek yang berada di lingkungan sekolah.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan, untuk menindaklanjuti kasus tersebut dari sisi administratif dan profesi yang bersangkutan.

“Sedang ditangani dan sudah disurati juga ke Dinas Pendidikan agar segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

👥 Dugaan Ada Korban Lain

Selain laporan utama, beredar informasi adanya kemungkinan korban lain dalam kasus ini. Namun hingga saat ini, korban lain tersebut disebut belum berani melapor secara resmi ke pihak berwajib.

Seorang guru di sekolah tersebut juga membenarkan adanya kejadian tersebut, meskipun mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi peristiwa yang terjadi.

“Iya, memang ada kejadian itu di sekolah, tapi detailnya saya kurang tahu,” ungkapnya.

⚖️ Oknum Kepsek Dikabarkan Mundur

Di tengah proses penyelidikan yang berjalan, oknum kepala sekolah tersebut dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya sejak 1 April 2026. Namun demikian, proses hukum tetap berlanjut untuk memastikan kebenaran dugaan yang dilaporkan.

Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi guna mengungkap kasus ini secara terang.

🚨 Penanganan Kasus Masih Berjalan

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang menjadi perhatian serius masyarakat. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menangani perkara ini secara transparan dan profesional, serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga diminta untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap lingkungan pendidikan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Penulis: nv

Editor: chairul

Iklan