Rumah Nyaris Roboh, Rizky dan Adiknya Terpaksa Menumpang di Rumah Kerabat

Pemkot Pontianak membantu perbaikan rumah Rizky Amelia yang sebelumnya dirobohkan karena fondasi bangunan tidak lagi aman untuk dihuni

PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak membantu perbaikan rumah milik Rizky Amelia, warga Gang Amal, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak Timur, yang sebelumnya terpaksa dirobohkan karena kondisinya membahayakan keselamatan penghuni.

Rumah tersebut sengaja dibongkar bersama warga lantaran bangunannya sudah miring dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu, terutama saat terjadi angin kencang.

“Memang dirobohkan. Takut kena angin, takut ada korban nanti,” kata Rizky usai menerima kunjungan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Jumat (12/6/2026).

Perempuan berusia 20 tahun itu mengungkapkan rumah tersebut sebelumnya dihuni bersama keluarganya. Namun karena kondisi bangunan yang semakin mengkhawatirkan, dirinya bersama sang adik kini untuk sementara tinggal di rumah bibinya.

“Saya dan adik tinggal sementara di rumah bibi saya,” ujarnya.

Saat ini proses perbaikan rumah mulai dilakukan dengan pengerjaan fondasi yang dinilai menjadi bagian paling penting agar bangunan kembali aman untuk ditempati.

Rizky mengatakan rumahnya juga telah didaftarkan untuk mendapatkan bantuan program bedah rumah dari pemerintah. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera terealisasi.

“Harapannya diusahakan dikasih bantuan. Terima kasih banyak-banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap rumah-rumah warga yang tidak layak huni, khususnya yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuni maupun lingkungan sekitar.

Menurut Edi, rumah milik Rizky sebelumnya memang disarankan untuk dibongkar karena kondisi fondasinya sudah tidak kuat menopang bangunan.

“Yang kemarin miring, sama warga disarankan untuk dirubuhkan karena fondasinya tidak kuat. Hari ini sudah mulai ada pekerjaan di fondasi,” katanya.

Pemkot Pontianak, lanjut Edi, memiliki program bedah rumah yang bertujuan membantu masyarakat memperbaiki tempat tinggal yang tidak layak huni. Bantuan yang diberikan umumnya berupa material bangunan, sementara proses pengerjaan dilakukan dengan dukungan masyarakat dan pihak terkait.

Selain program bedah rumah, pemerintah juga terus melakukan penataan lingkungan melalui pembangunan jalan lingkungan, drainase, sanitasi hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Edi berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sehingga kualitas hidup warga semakin meningkat dan risiko kecelakaan akibat bangunan yang tidak aman dapat dicegah.

“Intinya kita ingin lingkungan warga menjadi lebih sehat, lebih bersih, dan lebih representatif,” pungkasnya.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan