Vape Mengandung Etomidate Diduga Masuk dari Malaysia, Dijual Rp2,5 Juta per Cartridge di Kalbar
PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Ancaman serius jenis narkotika baru tengah mengintai generasi muda di Kalimantan Barat (Kalbar). Sebuah tren berbahaya mengenai peredaran cairan rokok elektrik atau vape yang memiliki kandungan zat kimia berbahaya jenis etomidate kini sedang menjadi sorotan tajam aparat penegak hukum.
Berdasarkan data dan penelusuran terbaru, pasokan vape mengandung etomidate Kalbar tersebut diduga kuat diselundupkan masuk melalui jalur perbatasan darat dari negara tetangga, Malaysia.
Zat etomidate sendiri sejatinya merupakan obat anestesi atau obat tidur dosis tinggi yang digunakan dalam dunia medis medis secara ketat. Namun, zat cair ini justru disalahgunakan oleh jaringan terlarang menjadi campuran liquid vape untuk memberikan efek halusinasi berat.
Harga yang dibanderol untuk satu unit komoditas ilegal ini terbilang sangat fantastis di pasaran gelap. Satu cartridge atau satu botol kecil cairan vape berbahaya ini dilaporkan dijual dengan harga mencapai Rp2,5 juta.
Meskipun dipatok dengan harga jutaan rupiah, pangsa pasar zat mematikan ini menyasar kalangan pengguna rokok elektrik yang mencari efek rekreasi atau sensasi “fly” yang ekstrem tanpa memikirkan risiko kesehatan.
Pihak kepolisian dan instansi terkait di Kalimantan Barat kini tengah memperketat pengawasan di sejumlah pintu masuk dan jalur tikus di kawasan perbatasan guna memutus rantai pasokan cairan berbahaya tersebut.
Kandungan etomidate yang diisap lewat perangkat vape dinilai jauh lebih cepat merusak sistem saraf pusat penggunanya dibandingkan dengan metode konsumsi obat konvensional.
Efek samping dari penyalahgunaan zat ini sangat mengerikan, mulai dari penurunan kesadaran secara drastis, gangguan fungsi pernapasan, kerusakan organ dalam, hingga potensi kematian mendadak akibat overdosis.
Masyarakat, khususnya para orang tua dan remaja pengguna vape, diimbau untuk sangat selektif dan tidak tergiur membeli produk cairan vape tanpa izin edar resmi atau yang menawarkan efek menenangkan instan.
Polda Kalbar bersama BNN memastikan tidak akan tinggal diam dan bakal terus memburu jaringan pengedar serta bandar yang nekat mengedarkan cairan kimia berbahaya ini demi menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkotika gaya baru.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
