PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran telah memberi tahu Washington bahwa tidak akan ada pungutan biaya apa pun bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jaminan itu disebut mencakup tidak adanya tol, biaya asuransi, maupun ongkos lain yang dibebankan kepada kapal-kapal yang melintas di jalur laut strategis tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump lewat unggahan di media sosial pada Rabu (24/6/2026), di tengah sorotan terhadap hasil putaran pertama negosiasi AS-Iran di Swiss. Trump mengatakan informasi dari Iran itu membantah laporan sejumlah media yang menyebut Teheran berpotensi memungut biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
“Iran telah memberi tahu AS bahwa tidak ada tol, tidak ada biaya asuransi, dan tidak ada pungutan apa pun yang diminta atau diterima Iran atas kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz,” tulis Trump. Namun ia juga memberi peringatan keras: jika informasi tersebut ternyata tidak benar, maka negosiasi dengan Iran akan langsung dihentikan.
Ucapan Trump menjadi penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Setiap kabar soal penutupan jalur, pungutan transit, atau ancaman keamanan di kawasan itu hampir selalu berdampak pada pasar minyak global dan arus logistik internasional.
Pernyataan terbaru ini juga memperlihatkan masih adanya perbedaan narasi antara Washington dan Teheran dalam pembicaraan damai yang sedang berjalan. Reuters melaporkan, kedua pihak sebelumnya sempat memiliki versi berbeda terkait sejumlah poin penting, termasuk insentif finansial untuk Iran, pengelolaan Selat Hormuz, dan dampak konflik paralel di Lebanon.
Dengan kata lain, jaminan bahwa Iran tidak akan memungut biaya kapal di Selat Hormuz kini menjadi salah satu ujian kepercayaan dalam proses negosiasi tersebut. Jika komitmen itu benar-benar dijalankan, ketegangan di salah satu chokepoint energi dunia bisa sedikit mereda. Namun bila berbalik, ancaman terhadap stabilitas kawasan dan pembicaraan AS-Iran bisa kembali memanas.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
