Udara Kubu Raya Memburuk! BMKG Catat PM2.5 Sangat Tidak Sehat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas

BMKG: Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada Asap Karhutla

PONTIANAK MEREKAM.COM, KUBU RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio melaporkan kualitas udara di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut dipicu tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang berkaitan dengan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data BMKG, konsentrasi PM2.5 maksimum tercatat mencapai 178,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 02.00 WIB. Angka tersebut menempatkan kualitas udara pada level yang berpotensi memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga disarankan guna mengurangi paparan partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Selain itu, warga diminta menjaga kebersihan udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika kabut asap pekat serta memperbanyak konsumsi air putih guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Memburuknya kualitas udara sejalan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. BMKG sebelumnya juga mencatat 649 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah provinsi ini, dengan Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah yang memiliki jumlah hotspot tertinggi. Kondisi tersebut meningkatkan potensi penyebaran asap ke wilayah permukiman.

Data pemantauan BMKG menunjukkan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu bergantung pada intensitas kebakaran, arah angin, serta curah hujan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG mengenai kualitas udara dan perkembangan cuaca.

Apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, atau tenggorokan setelah terpapar asap, masyarakat disarankan segera mengurangi paparan dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan