PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melontarkan sindiran pedas kepada Neymar yang saat ini masuk skuad Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 meski masih dibekap cedera. Lula menyebut Neymar sebagai pemain timnas pertama di dunia yang menjalani “home office” atau bekerja dari rumah di ajang Piala Dunia.
Sindiran itu disampaikan Lula dalam sebuah acara resmi di Belo Horizonte, Brasil. Saat itu, ia menanggapi seorang anak yang mengaku mengidolakan Neymar dan berharap sang penyerang bisa bersinar di Piala Dunia 2026. Lula lantas menjawab dengan nada bercanda bahwa Neymar bahkan belum bermain dan menyebutnya sebagai pemain timnas pertama yang dipanggil ke Piala Dunia sambil “teleworking” atau bekerja jarak jauh.
Lula mengaku istilah “pemain home office” yang diarahkan kepada Neymar ia ambil dari candaan yang beredar di internet. Namun, ucapan itu memperlihatkan sorotan besar terhadap keputusan pelatih Carlo Ancelotti yang tetap membawa Neymar ke skuad Brasil meski kondisinya belum benar-benar pulih.
Neymar sendiri memang belum tampil bersama Brasil di Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 34 tahun itu absen saat Brasil ditahan Maroko 1-1 pada laga pembuka dan juga tidak ikut terbang ke Philadelphia untuk pertandingan berikutnya melawan Haiti. Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyebut Neymar tetap berada di New Jersey untuk mengoptimalkan fase akhir pemulihan cederanya.
Cedera Neymar bermula pada 17 Mei 2026 saat ia membela Santos di kompetisi domestik Brasil. Menariknya, cedera itu terjadi hanya sehari sebelum Carlo Ancelotti memasukkan namanya ke daftar skuad Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut sempat memicu kritik dari sebagian publik Brasil yang menilai Neymar belum layak dibawa karena belum bugar sepenuhnya.
Bukan hanya sekali Lula menyentil Neymar dan Timnas Brasil. Beberapa hari sebelumnya, usai Brasil ditahan Maroko, Lula juga sempat berkelakar bahwa Brasil sebaiknya “merekrut Lionel Messi” setelah melihat bintang Argentina itu tampil gemilang saat membantai Aljazair. Candaan itu memperlihatkan kekecewaan terhadap performa awal Selecao di Piala Dunia 2026.
Meski bernada gurauan, pernyataan Lula menegaskan bahwa keberadaan Neymar di skuad Brasil menjadi salah satu isu yang paling banyak dibicarakan pada awal turnamen. Publik menanti apakah sang bintang benar-benar bisa pulih tepat waktu dan memberi dampak bagi Brasil, atau justru hanya menjadi simbol kontroversi dalam perjalanan Selecao di Piala Dunia kali ini.
Bagi Brasil, situasi Neymar jelas bukan perkara sepele. Tim asuhan Carlo Ancelotti sedang memburu gelar juara dunia pertama sejak 2002. Karena itu, setiap keputusan terkait komposisi skuad, termasuk mempertahankan Neymar yang masih cedera, akan terus menjadi sorotan tajam sepanjang turnamen berlangsung
Penulis: Nv
Editor: Chairul

