PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Korea Utara kembali menegaskan bahwa statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir tidak dapat diubah. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas seruan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan yang kembali menekankan komitmen terhadap denuklirisasi penuh Semenanjung Korea.

Sikap tersebut muncul setelah pertemuan trilateral antara Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan di Tokyo pada Jumat (12/6). Dalam pertemuan itu, ketiga negara kembali menyatakan komitmen mereka terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara.

Melalui pernyataan yang dimuat Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), juru bicara Korea Utara menegaskan bahwa berbagai seruan dari Amerika Serikat dan sekutunya tidak akan mengubah posisi Pyongyang sebagai negara pemilik senjata nuklir. Korut bahkan menyebut isu denuklirisasi sebagai persoalan yang telah selesai secara permanen.

Pyongyang juga menilai penguatan kerja sama militer antara Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, termasuk penempatan sistem persenjataan modern, menjadi alasan penting bagi mereka untuk mempertahankan kemampuan nuklir. Pemerintah Korut menyebut program tersebut sebagai jaminan keamanan dan stabilitas regional.

Pemerintah Korea Utara menegaskan tidak ada tekanan yang dapat mengubah kebijakan nuklir negara itu. Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap yang berulang kali disampaikan oleh rezim Kim Jong Un dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pernyataan Kim Yo Jong yang menyebut status nuklir Korut sebagai “garis tanpa mundur”.

Diketahui, pembicaraan antara Washington dan Pyongyang terkait program nuklir Korea Utara mengalami kebuntuan sejak pertemuan antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi pada 2019 berakhir tanpa kesepakatan. Sejak saat itu, Korut terus mempercepat pengembangan program senjata strategisnya.

Sementara itu, Amerika Serikat bersama Jepang dan Korea Selatan tetap mempertahankan posisi bahwa denuklirisasi penuh Semenanjung Korea merupakan tujuan utama yang harus dicapai demi menjaga keamanan kawasan. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda Korea Utara bersedia kembali ke meja perundingan dengan agenda pelucutan senjata nuklir.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan