PONTIANAK MEREKAM.COM, CARACAS – Venezuela masih berduka setelah diguncang gempa kembar berkekuatan besar yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah. Jumlah korban jiwa terus bertambah dan hingga kini sedikitnya 235 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka.

Gempa dahsyat tersebut terjadi pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2, disusul gempa kedua berkekuatan Magnitudo 7,5 hanya 39 detik kemudian. Kedua guncangan itu memicu kerusakan parah di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Caracas, dengan sejumlah bangunan dilaporkan roboh atau mengalami kerusakan berat.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, langsung menetapkan status keadaan darurat nasional setelah dua gempa besar dan lebih dari 30 gempa susulan mengguncang negara tersebut. Pemerintah juga menutup Bandara Internasional Maiquetia karena kerusakan infrastruktur yang dinilai membahayakan operasional penerbangan.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengatakan selain korban meninggal dan ribuan korban luka, sekitar 2.927 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka rusak atau hancur diterjang gempa. Tim penyelamat hingga kini masih menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak.

USGS sebelumnya memperingatkan dampak gempa ini berpotensi sangat besar mengingat kekuatan guncangan dan lokasi episentrum yang dekat dengan kawasan padat penduduk. Operasi pencarian dan penyelamatan masih menjadi prioritas utama, sementara pemerintah berupaya mempercepat distribusi bantuan ke daerah terdampak.

Di tengah situasi darurat, bantuan internasional mulai berdatangan. Palang Merah Internasional mengerahkan personel untuk mendukung pencarian korban, penyediaan tempat penampungan darurat, layanan kesehatan, air bersih, sanitasi, dan kebutuhan pokok bagi para pengungsi. Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyiapkan tim tanggap cepat guna memperkuat operasi kemanusiaan di lapangan.

Pemerintah Venezuela juga mengumumkan telah memperoleh dukungan dana sekitar USD 200 juta dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu pemulihan infrastruktur dan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana.

Amerika Serikat turut menyatakan kesiapan membantu penanganan bencana. Pemerintah AS mengerahkan kapal perang, pesawat angkut, helikopter, serta paket bantuan senilai USD 150 juta untuk mendukung operasi penyelamatan dan distribusi bantuan kemanusiaan. Presiden Donald Trump juga menyampaikan belasungkawa dan menegaskan negaranya siap membantu Venezuela menghadapi dampak gempa tersebut.

Meski bantuan internasional mulai mengalir, proses evakuasi diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Otoritas Venezuela memperingatkan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah karena masih banyak bangunan yang belum berhasil diperiksa secara menyeluruh.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan