PONTIANAK MEREKAM.COM, JAKARTA – Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bertambah menjadi empat orang. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita sekaligus memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan program terus dilakukan.
Peserta keempat yang dilaporkan meninggal adalah Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Rifqi mengikuti pendidikan di Satdik Yon Para Raider 465. Ia mengeluhkan sesak napas pada Kamis (25/6/2026), mendapat penanganan awal dari tim kesehatan satuan, kemudian dirujuk ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong.
Dengan tambahan tersebut, berikut daftar empat peserta SPPI yang meninggal saat mengikuti latsarmil:
- Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan
- Novia Rahmadhani Sihotang
- Anisa Muyassaroh
- Yonanda Muhammad Taufiq
Sebelumnya, Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, dinyatakan meninggal akibat heat stroke atau sengatan panas. Sementara Yonanda Muhammad Taufiq, peserta di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung setelah mengalami penurunan kondisi fisik saat pendidikan.
Adapun Novia Rahmadhani Sihotang, yang menjalani pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta, sempat mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi yang dialaminya berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TB).
Kemhan menegaskan seluruh peserta telah melalui proses seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti latihan dasar kemiliteran. Meski demikian, pemerintah mengaku tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelatihan, pengawasan kesehatan, mekanisme penanganan medis, hingga prosedur keselamatan peserta agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus meninggalnya empat peserta SPPI ini memicu perhatian publik dan menjadi sorotan berbagai pihak. Sejumlah kalangan meminta evaluasi menyeluruh terhadap konsep latihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, sementara pemerintah menegaskan proses investigasi serta evaluasi internal masih terus berlangsung.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

