Dunia Bersatu Bantu Venezuela, 24 Negara Turunkan Tim Penyelamat Pascagempa

ersonel penyelamat dari berbagai negara bekerja bersama otoritas Venezuela dalam operasi pencarian korban pascagempa kembar yang melanda negara tersebut.

PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Gelombang solidaritas internasional terus mengalir untuk Venezuela setelah negara itu diguncang gempa bumi kembar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5. Sedikitnya 24 negara telah mengirim bantuan kemanusiaan beserta ribuan personel penyelamat guna mempercepat operasi pencarian dan evakuasi korban.

Gempa yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) di kawasan pesisir Karibia menyebabkan kerusakan besar. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa tersebut merupakan fenomena doublet earthquake atau gempa kembar yang terjadi dalam selang waktu sangat singkat.

Bencana itu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan roboh, sementara bandara utama Venezuela juga mengalami kerusakan sehingga menghambat distribusi bantuan pada hari-hari awal. Hingga kini, jumlah korban tewas telah mencapai sekitar 1.430 orang, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka atau kehilangan tempat tinggal.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan bantuan dari berbagai negara terus berdatangan. Sebanyak 2.741 personel penyelamat telah bergabung dengan tim lokal untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, juga mengungkapkan bahwa terdapat 21 tim penyelamat internasional dengan sekitar 2.242 personel yang bekerja bersama aparat setempat di berbagai wilayah terdampak paling parah. Operasi gabungan difokuskan pada pencarian korban hidup di bawah puing bangunan.

Di tengah situasi yang masih sulit, secercah harapan muncul ketika seorang bocah berusia 11 tahun berhasil diselamatkan setelah hampir tiga hari terjebak di bawah reruntuhan bangunan di kawasan Caraballeda. Proses evakuasi yang dramatis itu disambut haru oleh tim penyelamat dan masyarakat sekitar.

Tim penyelamat dari Spanyol juga berhasil mengevakuasi seorang pria bernama Antonio yang terjebak selama hampir tiga hari di bawah reruntuhan di wilayah La Guaira. Video penyelamatan yang beredar memperlihatkan suasana penuh emosional ketika korban berhasil dikeluarkan dalam keadaan hidup.

Meski bantuan internasional terus berdatangan, sebagian warga di daerah yang terdampak paling parah sempat mengeluhkan lambatnya distribusi alat berat dan logistik. Di beberapa lokasi, warga bersama relawan terpaksa membongkar reruntuhan menggunakan tangan kosong sambil menunggu bantuan tiba.

Otoritas Venezuela menegaskan operasi pencarian akan terus dilakukan selama masih ada peluang menemukan korban selamat. Pemerintah juga mengapresiasi dukungan berbagai negara yang dinilai mempercepat penanganan bencana dan membantu memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan