BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Kalbar hingga 30 Juni, Cek Wilayah Terdampak

BMKG Kalbar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk mengantisipasi potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Barat hingga 30 Juni 2026.

PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Barat selama 28 hingga 30 Juni 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi atmosfer masih mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai wilayah Kalbar. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi secara bergantian, terutama pada siang, sore, hingga malam hari.

BMKG mengingatkan potensi cuaca tersebut dapat memicu berbagai dampak hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir di kawasan rawan, pohon tumbang, tanah longsor di daerah berbukit, serta terganggunya aktivitas transportasi darat maupun sungai.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Barat diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama periode 28–30 Juni 2026, antara lain:

  • Pontianak
  • Kubu Raya
  • Mempawah
  • Landak
  • Bengkayang
  • Sambas
  • Singkawang
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Sintang
  • Melawi
  • Kapuas Hulu
  • Ketapang
  • Kayong Utara

Potensi hujan di setiap wilayah dapat berbeda setiap harinya sesuai perkembangan kondisi atmosfer.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras karena jarak pandang dapat menurun dan jalan menjadi licin. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir maupun lereng perbukitan juga diharapkan menyiapkan langkah antisipasi apabila intensitas hujan meningkat.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi hujan disertai petir dan memastikan saluran drainase di sekitar rumah tetap bersih agar aliran air tidak terhambat.

BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis sehingga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat diimbau selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan