PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai yang meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan tersebut turut membuka harapan terhadap normalisasi distribusi energi global melalui Selat Hormuz.
Pada perdagangan awal pekan, harga minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 4 persen ke level 83,81 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 4,7 persen menjadi 80,89 dolar AS per barel.
Penurunan harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan yang membuka jalan bagi dibukanya kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Selama beberapa bulan terakhir, ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan minyak global. Kondisi tersebut sempat mendorong harga minyak naik karena investor memperhitungkan risiko berkurangnya pasokan dari kawasan penghasil energi utama dunia.
Namun setelah muncul kabar mengenai kesepakatan damai dan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, sentimen pasar berubah. Kekhawatiran mengenai gangguan distribusi minyak mulai mereda sehingga tekanan terhadap harga energi ikut berkurang.
Selat Hormuz memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara. Normalisasi aktivitas pelayaran di kawasan tersebut diperkirakan akan memperlancar arus pasokan energi global.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan lanjutan dari implementasi kesepakatan tersebut. Stabilitas harga minyak ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi kedua negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan jalur distribusi energi internasional.
Bagi negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, penurunan harga minyak dunia berpotensi menjadi sentimen positif karena dapat membantu menekan tekanan biaya energi dan mengurangi risiko lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional
Penulis: Nv
Editor: Chairul

