PONTIANAK MEREKAM.COM, JERMAN – Dampak pemanasan global tidak hanya dirasakan melalui meningkatnya suhu udara, cuaca ekstrem, atau mencairnya es di kutub. Sebuah studi terbaru mengungkap perubahan iklim juga berdampak serius terhadap kualitas ekosistem air tawar, khususnya danau-danau di berbagai belahan dunia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances menemukan bahwa kadar oksigen di danau-danau dunia terus mengalami penurunan dalam dua dekade terakhir. Temuan tersebut diperoleh setelah para ilmuwan menganalisis data lebih dari 15.000 danau selama sekitar 20 tahun. Hasilnya, sekitar 83 persen danau yang diteliti menunjukkan tren penurunan kadar oksigen di permukaan air.

Para peneliti menyebut pemanasan global menjadi faktor utama di balik fenomena tersebut. Meningkatnya suhu air menyebabkan kemampuan air untuk melarutkan oksigen menjadi berkurang. Selain itu, gelombang panas yang semakin sering terjadi juga mempercepat proses kehilangan oksigen di perairan danau.

Tidak hanya perubahan suhu, meningkatnya kandungan nutrisi di perairan atau eutrofikasi turut memperparah kondisi tersebut. Akumulasi nutrisi yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan alga secara masif yang pada akhirnya mengurangi ketersediaan oksigen bagi organisme lain di dalam ekosistem danau.

Para ilmuwan mengingatkan bahwa berkurangnya kadar oksigen dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan akuatik. Ikan, plankton, dan berbagai organisme air tawar membutuhkan oksigen yang cukup untuk bertahan hidup. Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko kematian massal organisme air hingga kepunahan spesies tertentu dapat meningkat. Selain itu, sektor perikanan yang bergantung pada kesehatan ekosistem danau juga berpotensi terdampak.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat kehilangan oksigen di danau berlangsung lebih cepat dibandingkan yang terjadi di lautan maupun sungai. Temuan ini memperkuat kekhawatiran bahwa danau merupakan salah satu ekosistem yang sangat rentan terhadap perubahan iklim global.

Para peneliti menilai langkah mitigasi perlu segera dilakukan untuk menekan dampak yang lebih besar di masa depan. Selain upaya global dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, pengelolaan kualitas air dan pengurangan pencemaran nutrisi ke danau juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem air tawar.

Meningkatnya ancaman terhadap danau-danau dunia menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya terjadi di atmosfer, tetapi juga merambah ke ekosistem yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi jutaan manusia dan berbagai spesies di seluruh dunia.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan