PONTIANAK MEREKAM.COM, MARRAKESH – Baru saja Piala Dunia 2026 berakhir, Maroko langsung bergerak cepat mempersiapkan diri sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030. Pemerintah negara Afrika Utara itu akan menambah sekitar 60 ribu tempat tidur hotel untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan yang diperkirakan datang selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi istimewa karena menandai 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia FIFA. Turnamen ini akan digelar bersama oleh Maroko, Portugal, dan Spanyol, sementara Uruguay, Argentina, dan Paraguay menjadi tuan rumah tiga pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan satu abad kompetisi.

Menteri Pariwisata Maroko Fatim-Zahra Ammor mengatakan penambahan 60 ribu tempat tidur setara dengan hampir seperlima kapasitas hotel yang dimiliki negara tersebut saat ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya tampung wisatawan internasional menjelang turnamen.

Pemerintah Maroko juga menggelontorkan investasi lebih dari 190 miliar dirham atau sekitar Rp358 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun dan memperluas jaringan kereta api, jalan raya, bandara, stadion, hingga berbagai infrastruktur pendukung sektor pariwisata.

Dalam empat tahun terakhir, Maroko telah menambah sekitar 45 ribu tempat tidur hotel, sehingga kapasitas akomodasi nasional kini mencapai lebih dari 300 ribu tempat tidur. Pemerintah menilai kapasitas tersebut masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi lonjakan pengunjung selama Piala Dunia 2030.

Popularitas Maroko sebagai destinasi wisata terus meningkat sejak keberhasilan tim nasional mereka menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Prestasi tersebut menjadikan Maroko sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai babak empat besar Piala Dunia serta meningkatkan perhatian dunia terhadap sektor pariwisatanya.

Sepanjang tahun lalu, Maroko mencatat hampir 20 juta wisatawan, tertinggi di benua Afrika. Pemerintah kini menargetkan jumlah kunjungan meningkat menjadi 26 juta wisatawan pada 2030 seiring penyelenggaraan Piala Dunia. Bank sentral Maroko bahkan memperkirakan pendapatan sektor pariwisata akan mencapai rekor baru sebesar 161 miliar dirham pada 2027.

Selain memperluas kapasitas hotel, pemerintah juga akan mengembangkan destinasi wisata baru di luar Marrakesh dan Agadir. Kota Rabat diproyeksikan menjadi pusat kegiatan budaya, olahraga, dan bisnis internasional guna menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang setelah Piala Dunia selesai digelar.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan