PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kebiasaan tidur yang dianggap sepele ternyata bisa berdampak serius terhadap kesehatan jantung. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa pola tidur yang buruk, termasuk kurang tidur dan kebiasaan begadang, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.
Kurang tidur diketahui memengaruhi banyak fungsi penting tubuh, mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, hingga proses peradangan. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, hingga stroke.
Para ahli menyebut orang dewasa idealnya memiliki waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Namun, banyak orang justru mengalami gangguan tidur akibat stres, penggunaan gadget berlebihan, atau pola hidup yang tidak teratur.
Salah satu kebiasaan yang kini banyak terjadi adalah doomscrolling atau terlalu lama menatap layar ponsel sebelum tidur. Kebiasaan ini dinilai dapat memicu kecemasan, mengganggu ritme tidur alami tubuh, dan berdampak pada kesehatan jantung secara tidak langsung.
Selain itu, tidur larut malam juga disebut dapat mengganggu proses pemulihan tubuh. Ahli jantung Dr. Sanjay Bhojraj menjelaskan bahwa malam hari seharusnya menjadi waktu tubuh masuk ke mode perbaikan. Namun jika seseorang terus berada dalam kondisi stres atau aktif hingga larut malam, tubuh tidak mendapatkan kesempatan pemulihan yang optimal.
Kurang tidur kronis juga dikaitkan dengan meningkatnya kadar kolesterol, resistensi insulin, hingga obesitas. Semua kondisi tersebut menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
Di media sosial, banyak pengguna juga mengaku kesulitan memperbaiki pola tidur akibat kebiasaan bermain ponsel hingga dini hari. Beberapa di antaranya mengaku mengalami penurunan energi, sulit fokus, hingga gangguan kesehatan setelah pola tidur terus berantakan.
Para ahli menyarankan masyarakat mulai menerapkan pola tidur sehat dengan menjaga jam tidur yang konsisten, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman. Menghindari konsumsi kafein atau makanan berat pada malam hari juga dinilai penting untuk membantu kualitas tidur tetap baik.
Selain tidur yang cukup, menjaga aktivitas fisik dan mengelola stres juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Kombinasi gaya hidup sehat dinilai dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung yang kini semakin banyak terjadi pada usia produktif.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

