Viral Bocah 12 Tahun di Bandung Barat Idap Diabetes Tipe 1, Awalnya Sering Haus dan Berat Badan Turun Drastis
PONTIANAK MEREKAM.COM, BANDUNG BARAT – Kisah seorang anak perempuan berusia 12 tahun asal Kabupaten Bandung Barat yang hidup dengan diabetes tipe 1 menjadi perhatian publik setelah dibagikan melalui media sosial. Cerita perjuangannya menarik simpati banyak orang sekaligus membuka wawasan mengenai diabetes yang dapat menyerang anak-anak.
Anak berinisial A tersebut pertama kali didiagnosis mengidap diabetes tipe 1 pada April 2025, saat usianya masih 11 tahun. Sang ibu, Dicka Armitasari (38), mengungkapkan bahwa sebelum diagnosis ditegakkan, putrinya menunjukkan sejumlah perubahan kondisi kesehatan yang sempat dianggap sebagai gejala kelelahan biasa.
Menurut sang ibu, gejala yang paling mencolok adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama pada malam hari. Selain itu, anaknya juga terus-menerus merasa haus meski sudah banyak minum. Kondisi tersebut kemudian disertai penurunan berat badan yang cukup signifikan meskipun nafsu makan tetap baik.
Seiring berjalannya waktu, tubuh sang anak semakin sering terasa lemas dan tidak bertenaga. Bahkan, muncul aroma napas yang menyerupai bau buah-buahan, yang belakangan diketahui menjadi salah satu tanda diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol. Kondisi itulah yang akhirnya mendorong keluarga membawa anak tersebut menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa anak tersebut mengidap diabetes tipe 1, yaitu penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas. Akibatnya, tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup untuk mengatur kadar gula darah.
Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang sering dikaitkan dengan pola hidup, diabetes tipe 1 bukan disebabkan oleh konsumsi makanan manis berlebihan. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan autoimun yang membuat pankreas kehilangan kemampuan menghasilkan insulin.
Kini, anak tersebut harus menjalani pemantauan kadar gula darah secara rutin dan mendapatkan terapi insulin untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil. Meski demikian, keluarga berupaya menjalani kondisi tersebut dengan optimistis sambil terus memberikan dukungan penuh kepada sang anak.
Melalui kisah yang dibagikan ke media sosial, sang ibu berharap masyarakat lebih memahami diabetes tipe 1 pada anak. Ia juga ingin menghilangkan stigma yang kerap muncul terhadap penyandang diabetes tipe 1, sekaligus mendorong orang tua agar lebih peka terhadap gejala-gejala awal yang mungkin muncul pada anak mereka.
Para dokter mengingatkan bahwa gejala klasik diabetes tipe 1 meliputi sering buang air kecil, mudah haus, sering lapar namun berat badan justru turun, serta tubuh mudah lelah. Jika gejala tersebut muncul secara terus-menerus, orang tua disarankan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Penulis: SB
Editor: Chairul
