BMKG Ingatkan Hujan Lebat di Kalbar 3 Hari ke Depan, Cek Daerah Terdampak
PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga hari untuk wilayah Kalimantan Barat. Masyarakat di sejumlah kabupaten diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat.
Berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca BMKG, potensi hujan diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Kalbar selama periode tiga hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu dampak hidrometeorologi berupa genangan, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas, khususnya bagi nelayan, petani, pengendara, serta warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor. Perubahan cuaca diperkirakan dapat terjadi secara cepat, terutama pada siang hingga malam hari.
Selain hujan sedang hingga lebat, potensi petir dan angin kencang sesaat juga perlu diwaspadai. Meski tidak seluruh wilayah mengalami cuaca ekstrem pada waktu yang sama, BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.
Masyarakat juga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai petir, memastikan saluran drainase di sekitar rumah tidak tersumbat, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila intensitas hujan meningkat dalam waktu singkat. Pengguna jalan diminta lebih berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang dan jalan menjadi licin.
BMKG menegaskan informasi prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat diimbau rutin memantau pembaruan melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini jika terjadi perubahan cuaca yang signifikan.
Penulis: Nv
Editor: Chairul