PONTIANAK MEREKAM.COM,  BEIJING – Pemerintah China menyatakan siap memberikan bantuan kepada Venezuela setelah negara Amerika Selatan itu diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan luas. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing.

Guo mengatakan pemerintah China akan menyesuaikan bentuk bantuan dengan kebutuhan yang disampaikan Venezuela.

“Kami siap melihat apa yang dapat kami lakukan untuk membantu sesuai dengan kebutuhan Venezuela,” ujar Guo Jiakun.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan masyarakat Venezuela, China juga menyatakan keyakinannya bahwa negara tersebut mampu bangkit dan melakukan pemulihan pascabencana di bawah kepemimpinan pemerintahnya.

Pemerintah China juga memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya warga negara China yang menjadi korban gempa. Kedutaan Besar China di Caracas terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 mengguncang wilayah dekat San Felipe, ibu kota Negara Bagian Yaracuy, pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Sekitar 40 detik kemudian, gempa kedua berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang kawasan Yumare. Guncangan tersebut memicu peringatan tsunami di pesisir Venezuela serta wilayah Aruba, Bonaire, dan Curaçao.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), episentrum gempa berada di sebelah barat pesisir Moron dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Getaran kuat dirasakan hingga ibu kota Caracas dan membuat warga berhamburan keluar dari gedung-gedung tinggi untuk menyelamatkan diri.

Hingga Kamis (25/6), korban tewas dilaporkan mencapai 164 orang, sementara 971 orang mengalami luka-luka. Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses pencarian dan evakuasi terhadap warga yang tertimbun reruntuhan masih terus berlangsung. Pemerintah juga menetapkan status darurat nasional dan menutup Bandara Internasional Maiquetia akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa.

Selain China, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turki, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko juga telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Venezuela.

USGS memperkirakan gempa tersebut merupakan yang terbesar yang pernah tercatat di Venezuela sekaligus yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir. Lembaga itu juga memperingatkan potensi dampak yang sangat besar, dengan peluang korban jiwa dapat terus meningkat apabila proses penyelamatan menghadapi kendala.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan