PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Pertandingan antara Iran dan Portugal di Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu momen paling dramatis di turnamen. Iran sempat berpesta setelah berhasil membobol gawang Portugal pada penghujung laga, namun euforia itu hanya berlangsung sesaat karena gol akhirnya dianulir akibat offside setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR).
Gol tersebut tercipta melalui sebuah serangan cepat yang berujung bola masuk ke gawang Portugal. Wasit awalnya mengesahkan gol sehingga para pemain Iran merayakannya. Namun, beberapa saat kemudian VAR melakukan pengecekan terhadap proses terjadinya gol karena terdapat dugaan pelanggaran posisi offside.
Hasil pemeriksaan memperlihatkan bahwa salah satu pemain Iran berada lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan pemain bertahan kedua Portugal ketika umpan dilepaskan. Pemain tersebut kemudian terlibat aktif dalam proses terciptanya gol sehingga memenuhi unsur pelanggaran offside berdasarkan Laws of the Game yang digunakan FIFA.
Dalam aturan sepak bola, seorang pemain tidak otomatis dianggap melakukan pelanggaran hanya karena berada di posisi offside. Pelanggaran baru terjadi apabila pemain tersebut ikut bermain, mengganggu lawan, atau memperoleh keuntungan langsung dari posisinya. Berdasarkan tayangan VAR, wasit menilai unsur tersebut terpenuhi sehingga gol harus dibatalkan.
Keputusan itu langsung memicu protes dari sejumlah pemain Iran yang merasa posisi rekan mereka masih sejajar dengan bek Portugal. Namun setelah melihat tayangan ulang di monitor tepi lapangan, wasit tetap pada keputusannya dan mengesahkan hasil pemeriksaan VAR.
Dianulirnya gol tersebut menjadi momen krusial karena sangat memengaruhi hasil pertandingan. Alih-alih menyamakan kedudukan atau bahkan mengubah jalannya laga, Iran harus menerima kenyataan gol yang mereka nantikan tidak dihitung.
Penggunaan VAR kembali menjadi sorotan dalam Piala Dunia 2026. Teknologi ini memang dirancang membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat, terutama untuk insiden penting seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain. Meski sering memunculkan perdebatan, FIFA menilai VAR mampu mengurangi kesalahan dalam pertandingan-pertandingan besar.
Bagi Iran, keputusan tersebut menjadi pukulan telak. Sementara bagi Portugal, pembatalan gol memastikan mereka terhindar dari kebobolan yang berpotensi mengubah hasil pertandingan. Drama ini pun menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan pada fase gugur Piala Dunia 2026.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

