Dermaga Dwikora Terlihat Sepi, Ternyata Aktivitas Bongkar Muat Justru Naik

Dermaga Dwikora Lengang, Pelindo Pastikan Distribusi Barang di Kalbar Lancar. foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Aktivitas di Pelabuhan Dwikora belakangan terlihat lebih lengang dari biasanya. Namun di balik kondisi tersebut, aktivitas logistik justru menunjukkan tren positif.

Pengelola pelabuhan memastikan bahwa meski tidak tampak padat, arus bongkar muat barang di dermaga tetap berjalan lancar bahkan mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Kondisi ini menjadi indikator bahwa distribusi logistik di Kalimantan Barat tetap terkendali.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Yanto, menjelaskan bahwa situasi dermaga yang terlihat lebih tertata merupakan hasil dari penerapan sistem penjadwalan kapal yang lebih terstruktur.

Menurutnya, sistem berthing windows atau jadwal sandar kapal yang telah dikontrak sebelumnya membuat setiap kapal sudah memiliki waktu dan hari sandar yang jelas. Dengan demikian, potensi penumpukan di dermaga dapat dihindari sejak awal.

“Tidak ada antrean kapal yang menumpuk karena semuanya sudah terjadwal dengan baik,” ujarnya.

Dengan sistem tersebut, aktivitas di pelabuhan menjadi lebih efisien. Kapal yang datang dan berangkat dapat dilayani sesuai jadwal tanpa hambatan berarti, sehingga proses distribusi barang berlangsung lebih cepat dan tertib.

Menariknya, di tengah kondisi dermaga yang terlihat lebih sepi, volume aktivitas bongkar muat justru mengalami peningkatan. Data menunjukkan pada triwulan I 2025 aktivitas tercatat sebesar 64.309 TEUs, sementara pada periode yang sama tahun 2026 meningkat menjadi 65.341 TEUs atau naik sekitar 1,6 persen.

Peningkatan ini mencerminkan bahwa roda ekonomi di Kalimantan Barat tetap bergerak dan menunjukkan tren positif. Efisiensi operasional pelabuhan juga dinilai semakin baik dalam mendukung kebutuhan logistik.

Pelabuhan Dwikora sendiri memiliki peran strategis sebagai pintu utama distribusi barang di Kalimantan Barat, baik untuk kebutuhan dalam daerah maupun antarwilayah. Dengan sistem yang semakin modern dan tertata, pelabuhan ini diharapkan mampu terus menjaga stabilitas pasokan barang.

Selain itu, kondisi dermaga yang tidak padat juga memberikan keuntungan tersendiri, yakni mengurangi risiko keterlambatan distribusi akibat antrean kapal. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok di daerah.

Pihak Pelindo menegaskan akan terus melakukan optimalisasi layanan pelabuhan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Penataan sistem operasional serta peningkatan efisiensi menjadi fokus utama dalam menjaga kinerja pelabuhan tetap maksimal.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap distribusi barang di Kalimantan Barat. Meski dermaga terlihat lengang, aktivitas logistik tetap berjalan normal bahkan menunjukkan peningkatan yang positif.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan