Di Balik Jeruji Rutan Sekadau, Tahanan Tertunduk Khusyuk Ikuti Pembinaan Rohani

Kegiatan pembinaan mental tahanan di Sekadau. foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, SEKADAU – Suasana berbeda terlihat di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Sekadau, Kalimantan Barat. Di balik jeruji besi, para tahanan tampak duduk tertib dengan kepala tertunduk, mengikuti kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang berlangsung khusyuk.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada proses hukum, tetapi juga menyentuh sisi mental dan spiritual para tahanan.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) itu, para peserta mendengarkan penyampaian firman dan doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta G. J Sehite. Suasana hening dan penuh penghayatan terasa saat para tahanan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius.

Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi para tahanan selama menjalani masa penahanan. Mereka diajak untuk merenungkan perbuatan serta memperkuat keimanan sebagai bekal untuk kembali ke kehidupan bermasyarakat.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menegaskan, kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dari proses pembinaan berkelanjutan di lingkungan kepolisian.

Menurutnya, pendekatan pembinaan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum semata, melainkan juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter dan kesadaran diri.

“Binrohtal ini menjadi wadah bagi para tahanan untuk memperkuat keimanan serta melakukan introspeksi diri,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut para tahanan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa hukuman untuk memperbaiki diri. Dengan begitu, saat kembali ke masyarakat, mereka memiliki kesiapan mental yang lebih baik.

Lebih lanjut, AKP Triyono menambahkan bahwa pembinaan mental dan spiritual menjadi bagian integral dalam menciptakan sistem pembinaan yang humanis. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku para tahanan.

Polres Sekadau juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menyeluruh. Tidak hanya fokus pada aspek hukum, tetapi juga memberikan ruang bagi para tahanan untuk berkembang secara pribadi.

Kegiatan Binrohtal ini pun menjadi salah satu bentuk nyata pendekatan humanis yang diterapkan oleh kepolisian. Harapannya, para tahanan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan