PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK –  Biaya haji 2026 menjadi perhatian banyak calon jemaah, terutama pasangan suami istri yang ingin berangkat bersama ke Tanah Suci. Dengan berbagai pilihan program, total biaya yang harus disiapkan bisa sangat bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Berdasarkan ketentuan resmi pemerintah, biaya haji reguler tahun 2026 rata-rata berada di kisaran Rp87,4 juta per jemaah. Namun, jumlah yang dibayarkan langsung oleh jemaah (Bipih) sekitar Rp54,1 juta atau sekitar 62 persen dari total biaya.

Jika dihitung untuk dua orang atau pasangan suami istri, maka estimasi biaya haji reguler yang perlu disiapkan berkisar Rp108 juta hingga Rp120 juta, tergantung embarkasi keberangkatan. Misalnya, untuk embarkasi Banjarmasin, biaya yang dibayarkan sekitar Rp55,5 juta per orang.

Namun perlu dicatat, biaya tersebut hanya mencakup haji reguler dengan masa tunggu yang cukup panjang, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun.

Bagi pasangan yang ingin berangkat lebih cepat, pilihan haji plus atau haji khusus menjadi alternatif. Meski demikian, biaya yang harus disiapkan jauh lebih besar.

Untuk haji plus 2026, estimasi biaya per orang berada di kisaran Rp284 juta hingga Rp301 juta untuk paket kamar double. Artinya, jika dihitung untuk dua orang, total biaya bisa mencapai sekitar Rp568 juta hingga Rp602 juta.

Perbedaan biaya ini dipengaruhi oleh fasilitas yang didapatkan. Haji plus biasanya menawarkan layanan premium seperti hotel berbintang dekat Masjidil Haram, transportasi lebih nyaman, serta masa tunggu yang jauh lebih singkat, sekitar 5 hingga 7 tahun.

Selain itu, faktor kurs dolar juga sangat memengaruhi besaran biaya haji plus, karena sebagian besar paket dihitung dalam mata uang asing. Oleh karena itu, angka biaya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi nilai tukar.

Di sisi lain, calon jemaah juga perlu mempertimbangkan biaya tambahan di luar paket utama, seperti perlengkapan pribadi, kebutuhan selama di Tanah Suci, hingga biaya manasik tambahan jika diperlukan.

Dengan berbagai komponen tersebut, penting bagi pasangan suami istri untuk merencanakan keuangan secara matang sejak awal. Memilih jenis haji yang sesuai dengan kemampuan finansial menjadi langkah penting agar ibadah dapat dijalankan dengan tenang.

Baik haji reguler maupun haji plus, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Haji reguler lebih terjangkau namun membutuhkan waktu tunggu lama, sementara haji plus menawarkan kenyamanan dan kecepatan dengan biaya yang jauh lebih tinggi.

Perencanaan yang matang akan membantu calon jemaah menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan, sehingga impian menunaikan ibadah haji bersama pasangan bisa terwujud.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan