PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka pada Jumat, 19 Juni 2026. Pernyataan tersebut disampaikan setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz akan dilakukan setelah penandatanganan kesepakatan yang tengah difinalisasi kedua pihak. Jalur pelayaran tersebut selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian dunia karena perannya yang sangat penting dalam distribusi minyak dan energi global.
Menurut Trump, kesepakatan yang dicapai juga mencakup komitmen terkait isu nuklir Iran serta upaya menjaga stabilitas kawasan. Ia menyebut pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu bagian penting dari penyelesaian konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut sehingga setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah itu berpotensi memengaruhi harga energi global.
Kesepakatan yang diumumkan Trump disebut akan membuka kembali akses pelayaran tanpa hambatan dan memungkinkan distribusi minyak berjalan lebih normal. Iran juga dilaporkan akan melakukan langkah-langkah untuk memastikan jalur tersebut aman dilalui kapal-kapal internasional.
Pasar energi merespons positif perkembangan tersebut. Sejumlah laporan menyebut harga minyak dunia mengalami penurunan setelah muncul optimisme bahwa pasokan global akan kembali stabil seiring dibukanya Selat Hormuz.
Meski demikian, sejumlah pihak masih menunggu kepastian penandatanganan kesepakatan dan implementasi di lapangan. Sebelumnya, Iran menyatakan beberapa poin dalam perundingan masih memerlukan pembahasan lebih lanjut meskipun proses negosiasi telah menunjukkan kemajuan signifikan.
Apabila pembukaan kembali Selat Hormuz berjalan sesuai rencana, langkah tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu perkembangan paling penting bagi perdagangan energi global pada tahun 2026, sekaligus memberikan sentimen positif terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

