Puing Helikopter PK-CFX Ditemukan di Perbukitan Sekadau, Pencarian Korban Terus Berlanjut
PONTIANAKMEREKAM.COM, SEKADAU – Puing helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan di kawasan perbukitan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Temuan ini menjadi titik terang dalam proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan sejak laporan hilangnya kontak pesawat tersebut.
Helikopter jenis Airbus H130 itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan di wilayah pedalaman Sekadau. Kontak terakhir tercatat pada pagi hari ketika helikopter tengah dalam perjalanan dari wilayah Melawi menuju Kubu Raya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait langsung melakukan pencarian intensif setelah menerima laporan dari pihak AirNav. Pencarian dilakukan melalui jalur udara dan darat mengingat kondisi medan yang cukup sulit dijangkau.
Puing helikopter akhirnya terdeteksi dari udara di kawasan perbukitan yang cukup terpencil. Salah satu bagian yang pertama kali ditemukan adalah serpihan yang diduga merupakan bagian ekor helikopter, berjarak sekitar tiga kilometer dari titik terakhir hilangnya kontak.
Lokasi penemuan berada di wilayah berbukit dengan vegetasi hutan yang lebat, sehingga menyulitkan tim darat untuk menjangkau titik tersebut. Hingga saat ini, tim SAR masih berupaya menembus lokasi guna memastikan kondisi korban serta melakukan proses evakuasi.
Helikopter tersebut diketahui membawa total delapan orang yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Namun, hingga proses pencarian berlangsung, kondisi seluruh penumpang dan kru masih belum dapat dipastikan secara resmi.
Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk dukungan helikopter untuk pemantauan dari udara. Fokus utama saat ini adalah mencapai titik lokasi jatuhnya helikopter serta memastikan keselamatan seluruh penumpang.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi terkait perkembangan kondisi di lapangan. Proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu karena medan yang berat dan akses yang terbatas.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi kejadian berada di kawasan pedalaman yang sulit dijangkau. Upaya pencarian yang melibatkan berbagai pihak diharapkan dapat segera memberikan kejelasan terkait nasib seluruh penumpang dan kru helikopter tersebut.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
