PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Barat selama tiga hari ke depan, mulai 9 hingga 11 Juni 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Selasa, 9 Juni 2026 pukul 08.13 WIB, sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang rawan banjir, genangan, maupun tanah longsor.
Pada Selasa (9/6/2026), status waspada hujan sedang hingga lebat berlaku untuk Kabupaten Bengkayang, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu menjadi satu-satunya wilayah yang masuk kategori siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Memasuki Rabu (10/6/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan jarak jauh.
Sementara pada Kamis (11/6/2026), wilayah yang berpotensi diguyur hujan kembali meluas. Daerah yang masuk dalam peringatan dini meliputi Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
Meski sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi, BMKG menyebut tidak terdapat potensi angin kencang yang signifikan di Kalimantan Barat selama periode prakiraan cuaca tersebut. Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat curah hujan tinggi.
BMKG mengingatkan potensi banjir, genangan air, tanah longsor di kawasan rawan, serta terganggunya aktivitas transportasi darat maupun sungai akibat cuaca buruk. Warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai dan kawasan perbukitan diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, masyarakat disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Langkah mitigasi sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat cuaca ekstrem.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

