PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Tekanan berat kembali membayangi mata uang Garuda pada pembukaan perdagangan pasar valuta asing (valas) hari ini. Sempat menunjukkan perlawanan, posisi kurs rupiah justru terpantau keok dan terpaksa merangkak turun menjauhi level psikologisnya akibat hantaman penguatan mata uang Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data perdagangan riil pada Selasa (2/6/2026) pagi, keperkasaan mata uang dolar AS hari ini tercatat melesat tajam hingga menyentuh angka Rp 17.888. Lonjakan ini sontak memicu perhatian besar dari para pelaku pasar, importir, hingga investor dalam negeri.

Pelemahan yang terjadi sejak lonceng pasar dibunyikan ini merefleksikan kuatnya sentimen eksternal yang terus menyudutkan mata uang negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.

Dinamika Pasar Global Jadi Pemicu Utama

Mengapa mata uang AS bisa mengamuk sejauh ini? Para analis pasar uang menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh ketidakpastian kebijakan moneter global yang kembali memanas. Investor global kini memilih bermain aman dan berbondong-bondong memindahkan aset mereka ke instrumen yang dinilai jauh lebih safe haven.

“Penguatan indeks dolar global (DXY) memang sedang berada di atas angin. Hal ini memberikan tekanan jual yang cukup masif pada aset-aset berbasis rupiah,” ujar pengamat pasar uang dalam catatan analisanya, Selasa (2/6).

Selain faktor global, pelaku pasar domestik saat ini juga tengah mencermati data-data indikator ekonomi dalam negeri yang akan dirilis pekan ini. Sikap wait and see dari para pemodal besar membuat aliran modal asing tertahan, sehingga belum mampu menjadi suplemen instan untuk mendongkrak keperkasaan rupiah.

Dampak Nyata ke Sektor Riil

Jika tren pelemahan ini terus berlanjut dalam jangka waktu menengah, dampaknya dipastikan bakal merembet ke sektor riil. Para pelaku industri manufaktur yang mengandalkan bahan baku impor diproyeksikan harus memutar otak lebih keras guna menyiasati membengkaknya biaya operasional akibat mahalnya nilai tukar dolar.

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) diyakini tidak akan tinggal diam dan siap melakukan langkah intervensi taktis di pasar guna menjaga agar volatilitas mata uang Garuda tidak bergerak liar secara berlebihan.

Apakah rupiah mampu membalikkan keadaan pada penutupan perdagangan sore nanti? Pantau terus perkembangan pergerakan mata uang dan berita ekonomi paling valid hanya di sini!

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan