PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) berharap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam membantu menjaga stabilitas dan meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Harapan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perkembangan program nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks hubungan strategis antara Seoul dan Washington yang selama ini menjadi pilar utama keamanan di kawasan Asia Timur. Pemerintah Korsel menilai dukungan dan keterlibatan langsung AS sangat penting untuk mendorong dialog serta mengurangi risiko eskalasi konflik.
Sejumlah pejabat Korea Selatan berharap Trump dapat memanfaatkan pengaruh diplomatiknya untuk membuka kembali jalur komunikasi dengan Pyongyang. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi upaya denuklirisasi dan perdamaian jangka panjang.
Harapan Seoul juga muncul setelah Korea Utara terus menegaskan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir. Pyongyang sebelumnya menyatakan bahwa status nuklirnya tidak dapat dinegosiasikan maupun diubah, meskipun mendapat tekanan dari komunitas internasional.
Bagi Korea Selatan, keterlibatan AS bukan hanya penting dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik kawasan. Ketegangan yang berkepanjangan di Semenanjung Korea berpotensi memengaruhi investasi, perdagangan, serta keamanan regional.
Trump sendiri dikenal pernah melakukan pendekatan diplomatik langsung dengan pemimpin Korea Utara melalui sejumlah pertemuan bersejarah pada masa jabatan sebelumnya. Meski tidak menghasilkan kesepakatan final terkait denuklirisasi, pertemuan tersebut sempat menurunkan tensi hubungan kedua negara.
Pemerintah Korea Selatan berharap pengalaman diplomasi tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk membuka ruang dialog baru. Seoul menilai komunikasi langsung antara Washington dan Pyongyang masih menjadi salah satu opsi terbaik untuk mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

