Warga Setapuk Besar Singkawang Digegerkan Peristiwa Gantung Diri, Seorang Petani Meninggal Dunia
PONTIANAKMEREKAM, PONTIANAK – Warga Jalan Ma’had Usman RT 015/RW 008, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, digegerkan oleh peristiwa gantung diri yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, Kamis pagi, 15 Januari 2026.
Korban diketahui berinisial K (47), seorang petani yang berdomisili di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.45 WIB oleh saksi berinisial Ds, yang merupakan istri siri korban.
Saat kejadian, saksi baru saja kembali ke rumah usai berbelanja kebutuhan dapur. Setibanya di lokasi, saksi mendapati rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Setelah beberapa kali memanggil dan tidak mendapatkan respons, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu rumah secara paksa.
Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumah. Mengetahui hal tersebut, saksi segera meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Sejumlah warga kemudian berdatangan ke lokasi sebelum petugas tiba.
Mendapatkan laporan, personel Polsek Singkawang Utara bersama unsur Polres Singkawang segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas melakukan pengamanan lokasi, pemeriksaan awal, pendataan identitas korban, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi sesuai prosedur yang berlaku.
Berdasarkan keterangan warga dan keluarga, korban diketahui tidak bekerja selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian terkait penolakan tersebut.
Kapolres Singkawang melalui Kapolsek Singkawang Utara, AKP Jawawi, menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesehatan mental di lingkungan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk saling peduli, menjaga komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, serta tidak ragu membantu atau melaporkan jika ada warga yang mengalami tekanan psikologis, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar AKP Jawawi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif dan jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
