PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyambut positif memorandum of understanding (MoU) yang telah disepakati dengan Amerika Serikat. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah bersejarah yang menunjukkan kekuatan Iran sekaligus membuka jalan menuju penghentian konflik dan perundingan lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa kesepakatan yang telah dicapai merupakan tahap awal menuju berakhirnya perang. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa negosiasi menuju kesepakatan final masih harus dilakukan dan berbagai tantangan masih mungkin muncul ke depan.
Menurut Pezeshkian, pemerintah Iran telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan, baik jika kesepakatan akhir berhasil dicapai maupun jika proses negosiasi menemui hambatan. Ia menegaskan pelayanan kepada rakyat Iran akan tetap berjalan dalam kondisi apa pun.
Presiden Iran juga memberikan apresiasi kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang disebut memiliki peran penting dalam penyusunan memorandum tersebut, khususnya dalam memastikan kepentingan nasional Iran tetap terlindungi dalam setiap klausul kesepakatan.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi telah menyelesaikan memorandum yang direncanakan ditandatangani secara resmi di Swiss. Kesepakatan itu mencakup penghentian aksi militer di sejumlah wilayah dan menjadi dasar bagi dimulainya negosiasi menuju perjanjian yang lebih komprehensif.
Setelah penandatanganan memorandum, kedua negara dijadwalkan melanjutkan pembicaraan mengenai berbagai isu strategis, termasuk program nuklir Iran serta pencabutan sejumlah sanksi yang selama ini diberlakukan oleh Washington terhadap Teheran.
Presiden AS, Donald Trump, juga telah mengonfirmasi bahwa memorandum tersebut pada prinsipnya telah disepakati. Perkembangan ini dipandang sebagai salah satu langkah diplomatik paling signifikan dalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

