PONTIANAK MEREKAM.COM, JAKARTA – PT Pertamina mengungkapkan bahwa harga keekonomian atau harga asli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite saat ini mencapai Rp18.040 per liter. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga yang dibayarkan masyarakat di SPBU karena adanya dukungan subsidi dan kompensasi dari pemerintah.

Informasi tersebut disampaikan Pertamina saat menjelaskan mekanisme penetapan harga BBM bersubsidi di Indonesia. Menurut perusahaan pelat merah itu, harga jual Pertalite yang berlaku saat ini tidak mencerminkan harga pasar atau harga keekonomian yang sebenarnya.

Pertamina menjelaskan bahwa selisih antara harga keekonomian dengan harga jual kepada masyarakat ditanggung melalui kebijakan subsidi dan kompensasi yang diberikan pemerintah. Skema tersebut diterapkan untuk menjaga stabilitas harga energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Dengan harga keekonomian mencapai Rp18.040 per liter, terdapat selisih yang cukup besar dibanding harga Pertalite yang saat ini beredar di pasaran. Karena itu, pemerintah masih harus mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau.

Menurut Pertamina, kebijakan subsidi energi memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat. Tanpa intervensi pemerintah, harga BBM akan mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah yang berfluktuasi.

Perusahaan juga menegaskan bahwa perhitungan harga keekonomian mempertimbangkan berbagai komponen biaya, mulai dari harga minyak mentah, biaya pengolahan, distribusi, hingga faktor kurs mata uang.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap harga energi nasional, terutama setelah penyesuaian harga beberapa jenis BBM nonsubsidi dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah sendiri terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan subsidi energi agar tetap tepat sasaran. Di satu sisi, subsidi diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat, namun di sisi lain juga menjadi beban besar bagi anggaran negara.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan