PONTIANAK MEREKAM.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan program pengadaan kompor listrik dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp815,56 miliar pada tahun 2027. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap liquefied petroleum gas (LPG) serta mendorong pemanfaatan sumber energi alternatif.
Usulan itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI. Menurutnya, pemerintah perlu memperluas bauran energi nasional sehingga tidak hanya bergantung pada LPG sebagai kebutuhan rumah tangga.
Bahlil menjelaskan bahwa program kompor listrik masuk dalam alokasi anggaran Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Selain kompor listrik, pemerintah juga menyiapkan berbagai program energi alternatif lainnya, termasuk pemanfaatan compressed natural gas (CNG).
Dalam pemaparannya, Bahlil menyebut pelaksanaan program tersebut memerlukan dukungan DPR, terutama dalam pemetaan wilayah yang dinilai membutuhkan bantuan kompor listrik. Sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar penyaluran program dapat berjalan tepat sasaran.
Meski demikian, Kementerian ESDM belum merinci jumlah unit kompor listrik yang akan disalurkan maupun daerah prioritas penerimanya. Pembahasan teknis mengenai pelaksanaan program masih akan dilakukan pada tahap selanjutnya.
Selain program kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan anggaran sebesar Rp635,24 miliar untuk program konversi motor listrik. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan transisi energi yang tengah didorong pemerintah.
Secara keseluruhan, Kementerian ESDM mengusulkan pagu indikatif anggaran tahun 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai program strategis di sektor energi, termasuk pembangunan infrastruktur gas bumi, program listrik desa, bantuan pasang baru listrik, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
Pemerintah berharap diversifikasi sumber energi melalui penggunaan kompor listrik dan energi alternatif lainnya dapat membantu menekan kebutuhan impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

