PONTIANAKMEREKAM.COM, BENGKAYANG – Tabir teka-teki di balik kasus dugaan pembunuhan tragis yang menimpa seorang pria lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, akhirnya mulai menemui titik terang. Aksi kekerasan yang dilakukan secara nekat tersebut kini tengah dalam penanganan serius oleh pihak kepolisian setempat.

Fakta mengejutkan pun mulai terkuak dari hasil penyelidikan sementara di lapangan. Peristiwa berdarah tersebut diketahui terjadi di dalam sebuah area rumah ibadah. Berdasarkan penelusuran pihak berwajib, aksi penikaman di masjid Bengkayang ini diduga kuat bermuara dari masalah personal antara pelaku dan korban.

Aparat kepolisian langsung bergerak maraton memburu keberadaan pelaku serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) demi mengumpulkan seluruh petunjuk digital maupun material yang tersisa.

Diduga Kuat Bermotif Rasa Sakit Hati

Berdasarkan perkembangan hasil pendalaman penyelidikan oleh tim penyidik, motif utama yang melatarbelakangi tindakan keji tersebut mengarah pada faktor psikologis pelaku. Dugaan sementara menyebutkan aksi serangan mematikan ini dipicu oleh adanya rasa sakit hati yang mendalam.

Rasa sakit hati yang dipendam oleh pelaku disinyalir kuat menjadi pemantik utama hingga dirinya nekat melepaskan emosi dengan melakukan tindakan fisik yang berujung hilangnya nyawa korban lansia tersebut di tempat kejadian.

Kapolsek Sungai Raya Kepulauan Ipda Achmad Al Ghazali mengyngkapkan informasi awal yang diperoleh penyidik mengarah pada persoalan sakit hati. Namun, keterangan tersebut masih perlu didalami melalui pemeriksaan saksi dan pelaku.”Infonya tersinggung dan sakit hati, namun kami belum dapat menyimpulkan motif pasti kejadian karena proses penyidikan masih berlangsung,” ujarnya Ghazali saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).

Polisi Kumpulkan Keterangan Saksi Secara Maraton

Guna menyusun kronologi kejadian secara utuh dan transparan, aparat penegak hukum kini terus menggenjot pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata, termasuk warga sekitar yang berada di lingkungan rumah ibadah saat peristiwa kelam itu pecah.

Keluarga korban dan masyarakat luas mendesak agar proses hukum dapat berjalan cepat sehingga pelaku dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan meja hijau.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat hukum dan tidak terpancing oleh isu-isu liar yang tidak jelas kebenarannya di media sosial. Simak terus perkembangan lengkap kasus ini dan rilis berita kriminal paling tepercaya hanya di sini.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan