BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Kalbar, Sintang dan Kapuas Hulu Jadi Sorotan
PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi hujan disertai petir yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat pada awal Juni 2026.
Melalui prakiraan cuaca yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, kondisi cuaca di Kalbar pada periode Senin (1/6/2026) hingga Selasa (2/6/2026) diprediksi didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga hujan petir terutama pada siang, sore, hingga malam hari.
BMKG menyebut Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. Kedua daerah tersebut diprakirakan mengalami hujan petir pada malam hari setelah sebelumnya diguyur hujan dengan intensitas sedang sejak siang hingga sore.
Selain dua wilayah tersebut, potensi hujan ringan hingga sedang juga diprediksi terjadi di sejumlah daerah lain seperti Ketapang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Sambas, Bengkayang, Landak, Kubu Raya, hingga Kayong Utara.
Sementara itu, Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Mempawah diperkirakan relatif didominasi cuaca cerah berawan sepanjang hari meski peluang hujan lokal tetap dapat terjadi sewaktu-waktu akibat kondisi atmosfer yang dinamis.
Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Kalimantan Barat diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni mencapai 53 hingga 100 persen. Kondisi tersebut dinilai masih mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Kecepatan angin diprediksi berada pada rentang 10 hingga 31 kilometer per jam. Hembusan angin terkuat diperkirakan terjadi di wilayah Kayong Utara dan sekitarnya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat muncul secara lokal, terutama hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai dampak seperti genangan air, pohon tumbang, gangguan aktivitas transportasi, hingga terganggunya aktivitas masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Pengguna jalan juga diminta lebih berhati-hati saat berkendara ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah yang rawan genangan dan memiliki jarak pandang terbatas akibat cuaca buruk.
Selain itu, nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan maupun sungai diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini sebelum melakukan aktivitas.
BMKG menegaskan bahwa meskipun pagi hingga siang hari di sebagian wilayah Kalbar diperkirakan cenderung cerah berawan, potensi hujan dan petir masih dapat muncul secara lokal akibat perkembangan awan konvektif yang terjadi pada siang hingga malam hari.
Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap mengikuti pembaruan informasi resmi cuaca yang disampaikan BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dengan kondisi atmosfer yang masih cukup aktif, kewaspadaan terhadap potensi hujan petir dan angin kencang dinilai penting untuk meminimalkan risiko gangguan maupun dampak cuaca ekstrem di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
