BMKG Prediksi Pasang Tertinggi Capai 2 Meter, Warga Pesisir Kalbar Diminta Siaga

BMKG Prediksi Pasang Tertinggi Capai 2 Meter di Pontianak, Warga Bantaran Sungai Diminta Waspada

PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Kalimantan Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang air laut tinggi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Melalui Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, BMKG memprakirakan ketinggian pasang maksimum di sejumlah wilayah pesisir Kalbar dapat mencapai sekitar 2 meter dari Mean Lower Low Water (MLLW). Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan air hingga banjir rob, terutama di kawasan pesisir dan bantaran sungai.

Berdasarkan data prakiraan pasang surut terbaru, wilayah Kota Pontianak diprediksi mengalami pasang tertinggi hingga 1,9 meter. Sementara wilayah Kendawangan, Kabupaten Ketapang, diperkirakan mengalami pasang maksimum hingga 1,8 meter pada periode tertentu.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi pasang tinggi tersebut merupakan bagian dari dinamika pasang surut laut yang dipengaruhi sejumlah faktor astronomi dan kondisi perairan.

Meski angka pasang harian yang terjadi belum menyentuh 2 meter penuh, BMKG mencatat bahwa pasang maksimum tahunan pada 2026 secara umum berpotensi mencapai sekitar 2 meter untuk wilayah Pontianak dan mendekati 1,9 meter di Kendawangan.

Situasi ini menjadi perhatian karena sejumlah kawasan di Kalimantan Barat memiliki karakteristik geografis berupa dataran rendah, wilayah pesisir, serta kawasan bantaran sungai yang rentan terdampak genangan saat pasang tinggi terjadi bersamaan dengan hujan lebat.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan rob diminta mulai melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko kerugian akibat naiknya permukaan air.

Selain warga pesisir, BMKG juga mengingatkan nelayan, operator transportasi sungai, pelaku pelayaran, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan agar lebih memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan pasang surut terkini.

Pasang tinggi berpotensi mengganggu aktivitas pelabuhan, transportasi air, hingga kegiatan perikanan yang bergantung pada kondisi perairan yang aman.

Di sisi lain, BMKG menegaskan bahwa potensi dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa genangan air. Pada kondisi tertentu, pasang tinggi juga dapat mempercepat erosi di kawasan pesisir serta mengganggu aktivitas masyarakat yang berada di sekitar tepian sungai.

Untuk itu, masyarakat diminta terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas sesuai kondisi cuaca dan perairan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pada wilayah yang selama ini kerap terdampak banjir rob saat terjadi pasang maksimum.

Kalimantan Barat sendiri termasuk daerah yang memiliki banyak wilayah pesisir dan jaringan sungai besar, termasuk Sungai Kapuas yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Dengan adanya potensi pasang tinggi yang mendekati 2 meter tersebut, kewaspadaan dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi terhadap aktivitas masyarakat maupun sektor transportasi perairan.

BMKG memastikan pemantauan kondisi pasang surut dan cuaca maritim akan terus dilakukan secara berkala guna memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan