PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mempercepat pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) sebagai bagian dari program besar peningkatan sanitasi perkotaan. Proyek infrastruktur lingkungan senilai Rp1,5 triliun itu ditargetkan mulai dimanfaatkan masyarakat secara penuh pada tahun 2030.

Program SPALD-T menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Pontianak dalam mewujudkan sanitasi modern dan mengurangi pencemaran lingkungan di kawasan perkotaan. Proyek tersebut akan difokuskan di kawasan Gang Martapura, Kelurahan Benua Melayu Laut, serta Nipah Kuning, Kelurahan Sungai Jawi Luar.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, sebelumnya memastikan kesiapan proyek sudah mencapai sekitar 95 persen dari sisi lahan dan prasarana. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik dilakukan secara bertahap mulai tahun ini.

β€œProyek ini menjadi bagian dari target sanitasi modern guna mengatasi pencemaran dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Edi dalam keterangannya.

🌊 Target Layani 16 Ribu Sambungan Rumah

Program SPALD-T Pontianak dirancang untuk melayani sekitar 16 ribu sambungan rumah tangga dengan kapasitas pengolahan limbah mencapai 12 ribu meter kubik per hari. Sistem ini nantinya akan mengelola limbah domestik rumah tangga melalui jaringan perpipaan menuju instalasi pengolahan sebelum dibuang secara aman ke lingkungan.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan proyek tersebut direncanakan berjalan selama lima tahun dengan target rampung pada 2029 dan mulai dimanfaatkan masyarakat pada 2030.

Menurutnya, pembangunan SPALD-T tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola hidup masyarakat menuju sanitasi yang lebih sehat.

🚧 Antisipasi Dampak Pembangunan

Pemkot Pontianak mengakui pembangunan proyek besar ini berpotensi menimbulkan dampak sementara, seperti gangguan lalu lintas di sejumlah titik pengerjaan. Karena itu, pemerintah mulai menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar.

β€œIni perlu kita sosialisasikan secara menyeluruh agar masyarakat memahami dan mendukung program ini,” kata Bahasan.

Selain pembangunan jaringan sanitasi, kawasan sekitar proyek juga akan ditata ulang, termasuk pengembangan waterfront dan taman di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas I agar memberikan nilai tambah terhadap lingkungan kota.

🌱 Sanitasi Jadi Prioritas Kota

Program SPALD-T merupakan bagian dari komitmen Pontianak dalam memperkuat kualitas layanan publik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah berharap keberadaan sistem sanitasi modern ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong Pontianak menjadi kota yang lebih sehat.

Upaya pembangunan sanitasi juga sejalan dengan target jangka panjang pemerintah daerah untuk meningkatkan cakupan sanitasi aman di Kota Pontianak. Sebelumnya, Pemkot juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT Pelindo, guna mendukung pembangunan infrastruktur SPALD-T.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga tengah menyusun roadmap sanitasi 2025–2030 sebagai bagian dari penguatan pembangunan infrastruktur lingkungan secara berkelanjutan.

πŸ“ˆ Diharapkan Dongkrak Kualitas Lingkungan

Dengan hadirnya SPALD-T, Pontianak diharapkan mampu menekan pencemaran air limbah domestik yang selama ini menjadi tantangan di kawasan perkotaan padat penduduk.

Pemerintah optimistis proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam revolusi sanitasi di Kota Khatulistiwa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat hingga tahun-tahun mendatang.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan