PONTIANAK MEREKAM. COM , PONTIANAK– Perayaan budaya **Naik Dango ke-3 tahun 2026 resmi dimulai di Kota Pontianak. Kegiatan yang menjadi simbol budaya masyarakat Dayak ini dibuka langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dengan pesan kuat untuk menjaga dan melestarikan nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara budaya yang dipusatkan di Rumah Radakng. Ratusan peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Dayak, mulai dari busana adat hingga pertunjukan seni.

Dalam sambutannya, Edi menegaskan bahwa Naik Dango bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian penting dari identitas budaya yang harus dijaga bersama. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Naik Dango ini bukan hanya tradisi, tetapi simbol kebersamaan, kerja keras, dan penghormatan terhadap alam,” ujarnya.

🌾 Simbol Syukur dan Identitas Budaya

Secara filosofis, Naik Dango merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya yang telah terjalin sejak lama di Kalimantan Barat.

Di Kota Pontianak, Naik Dango telah berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya melibatkan masyarakat Dayak, tetapi juga berbagai elemen lintas etnis. Hal ini menjadikan perayaan tersebut sebagai ruang kebersamaan sekaligus simbol keberagaman.

Selain itu, kegiatan ini juga telah masuk dalam kalender wisata daerah dan diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama sektor UMKM.

🎭 Rangkaian Acara Budaya

Naik Dango 2026 digelar selama beberapa hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ritual adat, pawai budaya, hingga pertunjukan seni tradisional. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati pameran produk lokal serta kuliner khas yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.

Menariknya, perayaan tahun ini juga diikuti oleh delegasi dari Sarawak, Malaysia, yang turut memeriahkan acara dengan menampilkan budaya khas mereka. Kehadiran tamu internasional ini menunjukkan bahwa Naik Dango semakin dikenal sebagai ajang pertukaran budaya lintas negara.

🌍 Upaya Melestarikan Kearifan Lokal

Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya melalui berbagai kegiatan seperti Naik Dango. Edi menilai, di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai tradisional harus tetap dijaga agar tidak tergerus modernisasi.

“Ini adalah komitmen kita untuk menjaga kearifan lokal di tengah perubahan zaman,” tegasnya.

Ia juga berharap generasi muda dapat turut berperan aktif dalam melestarikan budaya daerah, sehingga tradisi seperti Naik Dango tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga bagian dari identitas yang terus hidup.

📈 Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi

Selain sebagai ajang budaya, Naik Dango juga dinilai memiliki dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka.

Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Naik Dango ke-3 diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pembangunan ekonomi berbasis budaya di Kota Pontianak.

Penulis: nv

Editor: chairul

Iklan