PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Meningkatnya perhatian terhadap Virus Nipah di kawasan Asia membuat pakar kesehatan kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala dan cara penularannya β€” sekaligus langkah pencegahannya yang praktis dan penting.

Virus Nipah adalah penyakit yang bersumber dari hewan, terutama kelelawar buah, dan dapat menular ke manusia melalui kontak langsung atau makanan yang terkontaminasi. Selain itu, virus ini juga dapat menyebar dari orang ke orang dalam kontak dekat.

πŸ“Œ Gejala Virus Nipah

Menurut pakar, gejala Virus Nipah bisa muncul dalam 3–14 hari setelah terpapar virus. Tanda awalnya sering mirip penyakit flu atau infeksi saluran pernapasan ringan, antara lain:

🦠 Bagaimana Virus Ini Menular

Virus Nipah termasuk zoonosis β€” penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia. Cara penularannya antara lain:

  • Kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar atau babi yang rentan membawa virus.

  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi cairan atau kotoran hewan, seperti buah atau sari buah yang telah dijilat kelelawar.

  • Kontak dekat dengan pasien, melalui cairan tubuh atau droplet saat merawat orang sakit.

πŸ›‘οΈ Cara Pencegahan yang Dianjurkan

Karena saat ini belum ada vaksin atau obat khusus yang terbukti efektif, pencegahan menjadi langkah utama melindungi diri dan keluarga, antara lain:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah aktivitas di luar rumah.

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi menular, khususnya kelelawar atau ternak yang sakit.

  • Jangan konsumsi makanan atau minuman yang mungkin terkontaminasi oleh hewan.

  • Jaga jarak dengan orang yang menunjukkan gejala infeksi, terutama jika demam tidak kunjung reda.

  • Pastikan buah dicuci bersih dan dikupas sebelum dimakan untuk mencegah paparan dari permukaan yang mungkin terkontaminasi.

πŸ“ Peringatan Pakar

Pakar kesehatan kini menekankan bahwa meskipun kasus Nipah relatif jarang dibanding penyakit lain, karena tingginya angka kematian pada infeksi berat (40–75%), kewaspadaan tetap diperlukan terutama di wilayah yang pernah melaporkan wabah sebelumnya.

Dengan pemahaman gejala dan langkah pencegahan yang tepat serta kepatuhan terhadap praktik kesehatan dasar, masyarakat dapat mengurangi risiko penularan dan dampak virus Nipah secara signifikan.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan