PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Warga di Dusun Nurul Huda, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial AI (25) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan akibat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah kontrakannya.

Peristiwa memilukan yang terjadi pada Minggu malam tersebut diduga kuat dipicu oleh tekanan psikologis akibat konflik rumah tangga yang berkepanjangan. Korban ditemukan pertama kali oleh pihak keluarga yang merasa curiga lantaran tidak ada aktivitas di dalam rumah.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan jasad AI bermula saat pihak keluarga mencoba mencari keberadaan korban. Kecurigaan semakin menguat ketika pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban meski telah dipanggil berulang kali.

Setelah pintu berhasil dibuka paksa, pihak keluarga histeris menemukan AI sudah dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali di bagian dapur rumah.

Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian (TKP) sesaat setelah menerima laporan dari warga setempat.

“Benar, korban berinisial AI ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi gantung diri. Tim Inafis Polres Kubu Raya telah melakukan olah TKP secara intensif,” ujar Ade saat dikonfirmasi, Senin pagi.

Dugaan Motif: Cekcok Rumah Tangga

Dari hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi-saksi, korban diduga mengalami depresi berat. Ade menjelaskan bahwa sebelum kejadian tragis ini, korban sempat terlibat perselisihan atau cekcok dengan suaminya.

“Dugaan sementara, motif korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi akibat permasalahan rumah tangga. Hal ini diperkuat dengan keterangan keluarga yang menyebutkan adanya konflik internal sebelumnya,” tambah Ade.

Petugas kepolisian juga melakukan pengecekan terhadap alat komunikasi korban. Meski tidak ditemukan luka tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher, polisi tetap mendalami segala kemungkinan yang ada.

Keluarga Menolak Autopsi

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Jenazah AI kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera diproses secara keagamaan dan dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya kepekaan terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat. Dukungan moral dan komunikasi yang baik dalam rumah tangga sangat krusial guna mencegah tindakan nekat yang merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian telah berangsur kondusif, namun duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar AI di Desa Kuala Dua.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan