Wali Kota Pontianak Tegaskan SDM Jadi Kunci Kemajuan Kota
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utama dalam mendorong kemajuan dan daya saing kota. Dilansir dari Pontianak.go.id, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi landasan penting dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.
Menurut Edi, capaian rata-rata lama sekolah sebesar 10,48 tahun—yang merupakan angka tertinggi di Kalimantan Barat—menjadi salah satu indikator positif dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di kota ini. Pemerintah kota kini menargetkan pelaksanaan wajib belajar 13 tahun, mulai dari PAUD sampai SMA-SMK, tidak hanya sebagai kebijakan formal, tapi juga sebagai upaya menaikkan kualitas pendidikan dan kompetensi masyarakat.
“Peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemajuan daerah karena masyarakat yang berpendidikan baik memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan atau berkarya di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Edi saat memberikan pernyataan resmi Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa penguatan SDM tidak hanya berkutat pada durasi pendidikan, tetapi juga kualitas proses belajar-mengajar serta akses pendidikan yang merata. Langkah itu mencakup penguatan fasilitas, peningkatan kompetensi pendidik, serta dukungan terhadap program kesehatan yang berdampak pada kemampuan belajar anak.
Salah satu program yang mendapat sorotan adalah Program Makan Gizi Gratis, yang menurut Edi memiliki efek positif terhadap kesehatan fisik anak dan potensi kecerdasan mereka. Program ini dipandang sebagai bagian dari investasi manusia jangka panjang yang akan berkontribusi pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pontianak.
Peningkatan kualitas SDM juga terlihat dari berbagai capaian indikator pembangunan manusia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Komitmen itu sejalan dengan upaya Pemkot Pontianak untuk memperluas peluang warga dalam meraih pendidikan lebih tinggi serta meningkatkan kompetensi kerja di era persaingan global.
Edi menegaskan bahwa strategi pembangunan tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga aspek manusia sebagai fondasi perubahan. “Pendekatan ini kami yakini akan menciptakan kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga sejahtera secara sosial dan ekonomi,” tambahnya.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
