TORASERA Kubu Raya Disiapkan Jadi Model Distribusi Kopdes Merah Putih Nasional
PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi rakyat berbasis koperasi desa/kelurahan lewat peresmian Toko Rakyat Serba Ada (TORASERA) di Kubu Raya, Kalimantan Barat. TORASERA yang dibangun di area Pondok Pesantren Abdusalam kini disiapkan menjadi model nasional pusat distribusi Kopdes Merah Putih yang bisa direplikasi di daerah lain di Indonesia.
Kegiatan peresmian berlangsung pada Senin (9/2/2026) dan dipimpin langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono. Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa TORASERA bukan hanya sekadar toko ritel biasa, tetapi juga menjadi hub distribusi kebutuhan pokok, agregator produk lokal, dan penggerak ekonomi masyarakat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“TORASERA bukan sekadar toko, ini pusat distribusi dan penggerak ekonomi rakyat agar koperasi benar-benar memberi manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ferry.
Melalui konsep ini, pemerintah menargetkan koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Pemerintah juga menargetkan pembentukan lebih dari 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Tanah Air, di mana TORASERA di Kubu Raya menjadi salah satu pusat distribusi strategis pertama yang diharapkan mampu menjadi contoh operasional dan model bisnis terbaik.
TORASERA Kubu Raya diposisikan bukan hanya sebagai pusat belanja kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai tempat off-taker yang menyerap produk hasil pertanian, hasil laut, dan produk UMKM lokal. Keberadaan model ini diharapkan membantu memutus rantai distribusi panjang yang selama ini menyebabkan harga kebutuhan pokok semakin mahal di tingkat desa dan kecamatan.
Ferry menambahkan bahwa keberpihakan pemerintah daerah juga sangat penting. Dukungan kebijakan dari pemda — termasuk tata kelola distribusi serta kanal pemasaran yang kuat — menjadi faktor utama agar manfaat ekonomi koperasi kembali ke masyarakat lokal, bukan justru ke pemegang saham besar atau ritel modern.
Selain Menteri Koperasi, acara peresmian juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Bupati Kubu Raya Sujiwo, serta jajaran pengurus koperasi desa dan tokoh masyarakat setempat. Hadirnya tokoh-tokoh ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mengembangkan koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Ketua Pengurus TORASERA Abdusalam, Gus Anas, mengatakan TORASERA juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti ATM bank, restoran dengan sistem non-tunai (cashless), dan area pujasera UMKM tanpa biaya sewa, listrik, maupun air. Fasilitas seperti ini dirancang agar pelaku usaha lokal dan UMKM dapat tumbuh tanpa beban operasional berat.
Dengan keberadaan TORASERA, masyarakat desa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku ekonomi aktif melalui koperasi. Strategi ini diyakini dapat mendorong perputaran uang di tingkat desa, memperkuat perekonomian lokal, dan pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Penulis: fz
Editor: Chairul
