PONTIANAKMEREKAM.COM, TEHERAN – Pemerintah Swedia dan Serbia secara resmi menyerukan kepada warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya ketegangan keamanan yang semakin mengkhawatirkan di kawasan tersebut. Imbauan ini disampaikan di tengah kemungkinan eskalasi konflik internasional yang berkaitan dengan program nuklir Iran dan ancaman tindakan militer yang terus digulirkan oleh beberapa kekuatan dunia.

Pernyataan tersebut datang setelah berbagai tanda ketidakpastian muncul di Iran dan sekitarnya, termasuk ancaman terhadap kemungkinan serangan militer bila negosiasi internasional mengenai program nuklir Teheran menemui kebuntuan. Situasi ini mendorong kedua negara Eropa itu untuk mengeluarkan peringatan keras kepada warga negaranya yang tengah berada di Iran.

Seruan dari Swedia dan Serbia

Pemerintah Swedia, melalui Menteri Luar Negeri Maria Malmer Stenergard, menyampaikan imbauan yang tegas kepada warganya melalui unggahan di platform media sosial. Ia menekankan bahwa situasi keamanan di Iran saat ini dan di kawasan regional sangat tidak pasti, sehingga warga Swedia yang berada di Iran disarankan untuk segera meninggalkan negara itu sementara masih ada kemungkinan keluar melalui penerbangan atau jalur perbatasan.

Dalam pernyataannya, Maria juga menekankan bahwa tanggung jawab untuk keselamatan pribadi kini berada pada individu yang memilih untuk tetap tinggal di Iran, dan Kementerian Luar Negeri tidak akan mampu memberikan evakuasi secara langsung apabila keadaan semakin memburuk.

Sementara itu, pemerintah Serbia juga mengimbau warganya di Iran untuk segera pulang. Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Serbia menyebutkan bahwa karena kondisi keamanan yang memburuk dan ketidakstabilan situasi, warga yang berada di Iran disarankan untuk meninggalkan negara tersebut secepat mungkin demi keselamatan mereka sendiri.

Sejak awal tahun ini Serbia bahkan sebelumnya sudah menyampaikan imbauan bagi warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Iran, menyusul adanya gejolak keamanan dan protes internasional yang terjadi di berbagai bagian negara tersebut.

Konteks Ketegangan Internasional

Seruan tersebut muncul di tengah laporan meningkatnya aktivitas militer dan ancaman konflik antara Iran dan negara lainnya. Misalnya, Presiden Amerika Serikat sempat memberikan sinyal keputusan soal opsi militer terhadap Iran, yang turut meningkatkan kekhawatiran di kalangan warga asing yang berada di negara tersebut.

Selain itu, badan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyuarakan keprihatinan serius atas situasi di Iran dan kawasan sekitarnya, mendorong dialog diplomatik untuk meredakan gejolak yang terus berlangsung.

Masyarakat Internasional Diminta Waspada

Imbauan yang dikeluarkan Swedia dan Serbia ini mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap kondisi keamanan yang berpotensi memburuk di wilayah Timur Tengah. Para analis mengatakan bahwa warga negara asing harus mempertimbangkan risiko keamanan dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan ketika terjadi ketidakstabilan di negara tujuan mereka.

Meski pemerintah negara lain belum secara serentak mengeluarkan imbauan serupa, beberapa negara di Eropa sebelumnya juga pernah mendesak warganya untuk menghindari atau keluar dari Iran karena alasan keamanan.

Dengan meningkatnya ketidakpastian dan potensi eskalasi konflik, imbauan bagi warga asing untuk segera meninggalkan Iran menunjukkan langkah pencegahan yang dianggap perlu demi keselamatan mereka, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa situasi di kawasan perlu terus diawasi secara cermat.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan