Siswa Kelas 7 BINUS SCHOOL Surabaya Raih Silver Medal di NASPO 2025 Lewat Inovasi AI dan Pangan Bencana

Siswa BINUS SCHOOL Surabaya Raih Silver Medal NASPO 2025 dengan Proyek AI dan Makanan Bencana. Foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, SURABAYA – Siswa BINUS SCHOOL Surabaya raih Silver Medal NASPO 2025 dalam ajang National Applied Science Project Olympiad, sebuah kompetisi sains terapan tingkat nasional yang mendorong pelajar mengembangkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Prestasi membanggakan ini diraih oleh siswa kelas 7 melalui dua proyek inovatif bertema keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan. Dua tim yang beranggotakan Caylee, Haven, Clarissa, Sophia, Keenan, Eldric, Wang, dan Kevin berhasil mempresentasikan karya berjudul “Makanan Pengganti Saat Bencana” dan “Pemilahan Sampah Berbasis AI”.

Angkat Isu Banjir dan Keberlanjutan Lingkungan

Ide proyek tersebut terinspirasi dari persoalan banjir akibat deforestasi di Sumatra. Para siswa kemudian mengembangkan solusi yang tidak hanya relevan secara ilmiah, tetapi juga memiliki dampak sosial.

Proyek Makanan Pengganti Saat Bencana dirancang sebagai sumber nutrisi praktis, tahan lama, dan mudah dikonsumsi tanpa memerlukan proses pengolahan rumit. Inovasi ini ditujukan untuk membantu korban bencana yang sering mengalami keterbatasan akses makanan bergizi di lokasi terdampak.

Sementara itu, proyek Pemilahan Sampah Berbasis AI memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu proses pemilahan sampah secara otomatis. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan di masyarakat.

Kedua proyek tersebut dinilai memiliki pendekatan riset yang kuat serta potensi implementasi nyata di masa depan.

Tantangan Riset dan Konsistensi

Guru pendamping, Denok Wulandari, menjelaskan bahwa proses menuju kompetisi tidaklah mudah. Para siswa harus melalui diskusi panjang untuk menentukan fokus penelitian, melakukan eksperimen, hingga menyusun laporan ilmiah secara sistematis.

“Selain tantangan teknis, menjaga konsistensi siswa juga sangat penting. Mereka tidak hanya membuat produk, tetapi juga harus menyusun laporan ilmiah yang mendalam,” ujar Denok.

Beberapa siswa bahkan menghadapi pengalaman baru dalam kegiatan teknis laboratorium, seperti menyiapkan sampel penelitian. Namun, semangat belajar mereka menjadi kunci keberhasilan.

Eldric, salah satu anggota tim, mengaku bangga bisa berkontribusi melalui inovasi yang memiliki dampak sosial. “Kami berharap solusi ini bisa membantu menjaga lingkungan dan memberi manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Pembelajaran di Balik Prestasi

Bagi para siswa, ajang NASPO 2025 bukan sekadar kompetisi. Proses riset memberi mereka pemahaman bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Caylee menuturkan bahwa pengalaman ini membuka perspektif baru tentang makna inovasi. “Kami belajar bahwa ide sederhana, jika dikembangkan dengan metode yang tepat, bisa memberi dampak besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Surabaya, Alexandre Trespach Nenes, turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini mencerminkan komitmen sekolah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dan berinovasi.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan ide kreatifnya, mereka mampu menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak,” ungkapnya.

Keberhasilan meraih Silver Medal NASPO 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berani meneliti, bereksperimen, dan menghadirkan inovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan