Sambut Ramadhan 2026, Pemkab Kubu Raya dan Warga Akan Gelar Pawai Obor Meriah

Pawai obor menyambut Ramadhan 1447 H di Kubu Raya dengan ratusan peserta dari pelajar dan masyarakat

PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya bersama masyarakat setempat bersiap menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan semangat kebersamaan dan tradisi lokal yang meriah. Salah satu rangkaian agenda pentingnya adalah gelaran Pawai Obor, yang rencananya akan digelar pada Senin malam, 16 Februari 2026 bertempat di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Pawai Obor kali ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat termasuk pelajar, organisasi kepemudaan, majelis taklim, serta warga umum. Acara menjadi salah satu momentum untuk memupuk kebersamaan antarwarga di awal tahun sekaligus menyambut bulan penuh berkah bagi umat Islam.

Momentum Ramadhan 1447 Hijriah ini membawa suasana baru bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kalbar secara umum. Seperti di Kabupaten Sekadau, menjelang bulan suci, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) juga akan menggelar Pawai Takruf dengan target peserta mencapai 1.500 orang, melibatkan pelajar dari SD hingga SMA sederajat.

Tradisi pawai obor menjadi salah satu cara warga menyatukan semangat menjelang bulan puasa. Obor yang menyala di udara malam membawa makna simbolis sebagai penerang dan penanda masuknya bulan penuh puasa dan refleksi diri. Warga yang ikut biasanya membawa obor bersama keluarga, teman, atau organisasi untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap tradisi ini.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan semacam ini juga biasanya disertai dengan aneka bentuk kegiatan sosial seperti buka bersama, tarawih berjamaah, dan bantuan untuk kaum dhuafa. Acara serupa juga digelar di sejumlah daerah lain menjelang Ramadhan 1447 H.

Tradisi menyambut bulan suci dengan pawai obor di Kubu Raya telah menjadi kalender tahunan yang dinanti oleh warga setempat. “Pawai obor adalah cara kita menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan bersama komunitas dan keluarga. Ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar salah satu tokoh pemuda yang turut serta dalam persiapan pawai.

Tidak hanya itu, momentum ini turut diisi oleh berbagai kegiatan sosial dan budaya yang semakin menghidupkan suasana awal Ramadhan. Di daerah tetangga, seperti MTs Aswaja Pontianak, siswa dan guru menggelar pawai obor di sepanjang Jalan Husein Hamzah sebagai bagian dari tradisi menyambut Ramadhan.

Tradisi pawai obor telah menjadi simbol kuat dalam menyatukan generasi muda dan masyarakat dalam semangat berbagi serta menyambut bulan penuh keberkahan. Panitia penyelenggara berharap antusiasme yang tinggi dari masyarakat akan terus tumbuh, sehingga pawai obor Ramadhan 2026 bisa menjadi salah satu kegiatan tahunan yang ditunggu.

Sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tradisi seperti pawai obor juga memberi ruang bagi berbagai elemen masyarakat untuk berinteraksi dan memperkuat hubungan sosial, terutama di momen spiritual yang sangat penting seperti Ramadhan. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan pawai ini diprediksi akan menjadi salah satu kegiatan penyambutan Ramadhan yang paling meriah di Kalbar tahun ini.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan