PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Momen silaturahmi saat Lebaran sering menjadi ajang berkumpul bersama keluarga besar. Namun di balik kehangatan tersebut, para orang tua diminta lebih waspada terhadap kebiasaan memeluk atau mencium bayi yang kerap terjadi saat acara keluarga.

Dokter anak mengingatkan bahwa tindakan sederhana seperti mencium bayi dapat membawa risiko penularan penyakit, terutama karena sistem kekebalan tubuh bayi masih belum berkembang secara sempurna.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan orang tua agar lebih berhati-hati menjaga bayi saat menghadiri acara keluarga besar. Menurutnya, kontak fisik dari banyak orang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit pada bayi.

“Lebaran itu biasanya banyak orang berkumpul. Orang tua harus menjaga bayinya, terutama dari orang yang tidak dikenal,” kata Piprim.

Bayi Rentan Tertular Penyakit

Bayi termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai infeksi. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya untuk melawan virus atau bakteri yang mungkin dibawa orang dewasa.

Dalam banyak kasus, penyakit yang terlihat ringan pada orang dewasa justru dapat menjadi sangat serius bagi bayi.

Beberapa penyakit yang berpotensi menular melalui kontak dekat seperti ciuman antara lain infeksi saluran pernapasan, flu, hingga virus pernapasan seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV). Virus tersebut dapat menular melalui percikan air liur atau kontak langsung dengan bayi.

Selain itu, virus herpes simpleks (HSV-1) yang sering menyebabkan luka di sekitar bibir juga dapat menular melalui ciuman. Pada bayi, virus ini berpotensi menyebabkan infeksi serius yang dikenal sebagai herpes neonatal.

Risiko Penularan Saat Silaturahmi

Pada masa Lebaran, interaksi sosial meningkat karena banyak keluarga saling berkunjung. Kondisi ini membuat bayi berpotensi terpapar berbagai kuman dari orang yang mungkin sedang sakit atau membawa virus tanpa disadari.

Di sejumlah daerah, peningkatan kasus penyakit menular seperti campak juga menjadi perhatian tenaga kesehatan. Karena itu, masyarakat diimbau menghindari kebiasaan mencium bayi, terutama jika tidak dalam kondisi sehat.

Selain ciuman, kontak dekat seperti memegang bayi tanpa mencuci tangan juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

Cara Melindungi Bayi Saat Lebaran

Agar bayi tetap aman saat momen silaturahmi, dokter menyarankan beberapa langkah pencegahan.

Pertama, orang tua sebaiknya membatasi kontak langsung bayi dengan banyak orang, terutama yang sedang sakit.

Kedua, keluarga atau tamu yang ingin menggendong bayi dianjurkan mencuci tangan terlebih dahulu.

Ketiga, hindari kebiasaan mencium bayi, terutama pada bagian wajah atau mulut.

Dengan langkah sederhana tersebut, risiko penularan penyakit pada bayi dapat diminimalkan tanpa mengurangi makna kebersamaan saat merayakan Lebaran.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan