Ramadhan 2026 Diperkirakan Dimulai Berbeda, Ini Gambaran Awal Puasa di Sejumlah Negara

Ramadhan 2026 Diperkirakan Dimulai Berbeda, Ini Gambaran Awal Puasa di Sejumlah Negara. ilustrasi

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Umat Muslim di berbagai belahan dunia mulai menanti kepastian awal Ramadhan 2026. Bulan suci yang menjadi momentum ibadah dan refleksi ini diperkirakan tidak akan dimulai secara serentak di seluruh negara, seiring perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.

Secara astronomi, awal Ramadhan ditentukan berdasarkan kemunculan hilal atau bulan sabit muda setelah terjadinya ijtimak. Perbedaan kriteria visibilitas hilal serta metode yang digunakan—antara rukyatul hilal dan hisab—membuat awal puasa kerap berbeda antarwilayah.

Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, penetapan awal Ramadhan umumnya mengacu pada pengamatan langsung hilal yang dipadukan dengan perhitungan astronomi. Jika mengacu pada perhitungan kalender hijriah global, awal puasa Ramadhan 2026 berpotensi jatuh pada akhir Februari atau awal Maret 2026, tergantung hasil sidang penetapan resmi.

Sementara itu, sejumlah negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab cenderung menggunakan rukyatul hilal sebagai dasar utama. Jika hilal terlihat lebih awal, awal puasa bisa dimulai lebih cepat dibanding negara lain.

Di kawasan Asia Selatan, seperti Pakistan dan India, perbedaan awal Ramadhan juga kerap terjadi, bahkan di dalam satu negara, akibat perbedaan otoritas keagamaan yang menetapkan hasil rukyat masing-masing.

Sementara itu, beberapa negara di Eropa dan Amerika Utara cenderung menggunakan metode hisab global atau kalender Islam terpadu. Negara seperti Turki biasanya menetapkan awal Ramadhan berdasarkan perhitungan astronomi yang sudah ditetapkan jauh hari, sehingga tanggal awal puasa bisa diumumkan lebih awal kepada masyarakat.

Perbedaan awal Ramadhan 2026 ini bukan hal baru dan dianggap wajar dalam praktik keagamaan Islam. Yang terpenting, umat Muslim tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk sesuai keputusan otoritas agama di masing-masing wilayah.

Di Indonesia, penetapan awal Ramadhan akan diumumkan secara resmi melalui sidang penetapan yang digelar menjelang masuknya bulan suci. Hingga saat itu, masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Ramadhan sendiri bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan ibadah, serta memperbaiki diri. Apa pun tanggal dimulainya, semangat menyambut bulan suci tetap menjadi hal utama bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan