Ramadan di Sekadau, Polisi dan Tokoh Agama Bagikan 100 Takjil ke Pengendara
PONTIANAKMEREKAM.COM, SEKADAU – Momentum Ramadan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat dimanfaatkan aparat kepolisian bersama tokoh agama untuk memperkuat tali silaturahmi dengan masyarakat melalui aksi sosial membagikan 100 takjil gratis kepada para pengendara yang melintas di jalur utama. Kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan kepedulian sekaligus memberikan semangat bagi seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Pembagian takjil dilakukan di Simpang Tiga Alu, di mana lalu lintas kendaraan cukup padat menjelang waktu berbuka puasa. Personel dari Polres Sekadau bersama tokoh agama setempat terlihat membagikan paket takjil yang berisi kurma, air mineral, dan makanan ringan kepada pengendara sepeda motor maupun mobil yang singgah sejenak untuk menerima pemberian tersebut.
Kegiatan berbagi takjil ini mendapat sambutan hangat dari para pengguna jalan. Salah satu pengendara motor, Rudi, mengungkapkan rasa terima kasihnya karena mendapatkan takjil saat sedang dalam perjalanan. “Alhamdulillah, ini sangat membantu kami yang masih di jalan saat waktu berbuka,” katanya.
Kapolres Sekadau, AKBP Kadek Ary Mahardika, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian bersama tokoh agama kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. “Kami ingin saling berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan, serta menjaga kondisi lalu lintas tetap tertib dan aman,” ujar Kapolres.
Aksi ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengingatkan pengendara agar tetap disiplin berlalu lintas saat Ramadan. Selain membagikan takjil, petugas juga memberikan himbauan singkat kepada masyarakat tentang keselamatan serta etika berkendara, termasuk menjaga kecepatan dan perlengkapan keselamatan seperti helm bagi pengendara sepeda motor.
Pembagian 100 takjil Ramadan di Sekadau ini juga didukung oleh tokoh agama dan masyarakat sekitar yang melihat momentum bulan suci sebagai waktu tepat untuk saling berbagi. Tokoh agama yang turun langsung dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk memupuk kepedulian sosial dan mempererat hubungan antarwarga.
Masyarakat yang menerima takjil tampak antusias dan menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat Ramadan tetapi pada momen-momen penting lainnya. Beberapa warga berharap inisiatif ini bisa menginspirasi kegiatan sosial lain yang memperkuat kebersamaan dan kepedulian.
Kegiatan takjil gratis ini juga menjadi bagian dari upaya aparat kepolisian untuk mendekatkan diri kepada warga, membangun komunikasi yang positif, serta memperlihatkan bahwa Polri tidak hanya bertugas di bidang keamanan tetapi juga peduli terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Dengan demikian, kegiatan sederhana seperti pembagian takjil memiliki dampak emosional yang kuat dan meningkatkan citra positif lembaga penegak hukum di mata publik.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
