Produk Khas Pontianak Tampil di INACRAFT 2026, Siap Bersaing di Pasar Asia Tenggara

Produk Khas Pontianak Siap Bersaing di Pasar Asia Tenggara. Foto Istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong produk unggulan lokal untuk menembus pasar regional dan internasional. Dilansir dari Pontianak.go.id, Pemkot Pontianak bersama Dekranasda Kota Pontianak ikut serta dalam The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, sebuah pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang digelar di ibukota.

INACRAFT 2026 yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menargetkan transaksi ritel sebesar Rp 102,5 miliar dan kontrak dagang mencapai US$ 1,5 juta. Pameran ini diperkirakan akan menarik 100.000 pengunjung dan lebih dari 1.000 buyers internasional dari berbagai negara, termasuk Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, India, Australia, dan Filipina.

Mewakili Wali Kota Pontianak, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Yusnaldi, mengatakan partisipasi Pontianak bersama Provinsi Kalimantan Barat adalah bagian dari upaya memperluas pemasaran produk lokal yang tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga menembus pasar global di Asia Tenggara dan sekitarnya. “Dengan tingginya jumlah pengunjung dan buyers dari luar negeri, perajin lokal punya peluang besar untuk **memasarkan produknya sampai ke pasar internasional”, ujar Yusnaldi.

Berbagai produk khas Pontianak yang dipamerkan di stan Paviliun Kalimantan Barat Assembly Hall No 75 antara lain corak insang, tas etnik, aksesoris, serta kerajinan tangan lainnya yang sarat nilai budaya lokal. Sebelum dipamerkan, pihak Dekranasda melakukan proses kurasi untuk memastikan bahwa produk yang dibawa memiliki kualitas unggul agar bisa bersaing di tingkat regional.

Yusnaldi berharap keikutsertaan ini dapat mendorong minat pembeli luar negeri untuk mengenal sekaligus membeli produk-produk khas Pontianak, serta membuka peluang kemitraan dan investasi baru yang berkelanjutan. “Harapannya, produk-produk lokal ini bukan hanya laku saat pameran berlangsung, tetapi juga terus diminati setelahnya di pasar internasional,” tutupnya.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan