Daya Saing Pontianak Teratas di Kalbar, Wali Kota Tegaskan Kolaborasi Pemerintah dan Sektor Swasta
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kota Pontianak kini mencatat prestasi membanggakan dengan menempati posisi teratas dalam indeks daya saing antarkota di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Hasil ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena mencerminkan kualitas layanan publik dan daya tarik ekonomi yang semakin kuat. Wali Kota Pontianak menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kolaborasi antarsektor yang solid.
Kinerja ini diumumkan dalam forum koordinasi pembangunan daerah yang dihadiri berbagai stakeholder, termasuk pimpinan perangkat daerah, pelaku usaha, akademisi, dan unsur masyarakat sipil. Menurut Wali Kota, kemampuan Pontianak meraih nilai tertinggi dalam daya saing di Kalbar adalah cerminan sinergi antara inovasi layanan publik, kemudahan investasi, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Wali Kota Pontianak menjelaskan bahwa indeks daya saing mencakup beberapa komponen penting, seperti kemampuan bidang ekonomi, kualitas infrastruktur, pelayanan publik, stabilitas sosial, serta lingkungan yang kondusif untuk UMKM dan investasi. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan dan memperluas ruang kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kita bersyukur karena Pontianak mampu mempertahankan kualitas layanan dan daya saing yang unggul di Kalbar. Ini berkat kerja keras seluruh elemen pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.
Lebih jauh, Wali Kota menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengakselerasi pembangunan, membuka peluang usaha, serta mendorong inovasi layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menyebut bahwa daya saing kota tidak akan optimal tanpa keterlibatan aktif dunia usaha dan komunitas lokal.
Indeks daya saing yang unggul ini juga berdampak pada persepsi para investor dan pelaku bisnis terhadap Pontianak sebagai salah satu kota strategis di Kalbar. Para pelaku usaha menyambut baik capaian ini, karena mereka melihat Pontianak semakin berpotensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inovatif.
Di samping itu, nilai daya saing yang lebih tinggi juga berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan layanan publik yang lebih efektif dan efisien, warga semakin merasakan kemudahan dalam urusan administrasi, perizinan, serta akses terhadap fasilitas sosial dan ekonomi.
Kendati begitu, Wali Kota Pontianak mengatakan bahwa hasil indeks daya saing bukan akhir dari upaya pembangunan, melainkan justru menjadi pendorong agar pemerintah terus memperbaiki pelayanan dan menciptakan iklim yang lebih baik lagi bagi warga dan dunia usaha. Ia menyebut tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi dan layanan berkualitas ini.
Wali kota juga menyoroti pentingnya pengembangan SDM lokal sebagai fondasi utama untuk mempertahankan daya saing kota. Program-program pelatihan, pembinaan UMKM, dan dukungan terhadap inovator lokal menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang demi memastikan Pontianak tetap unggul.
Menutup sambutannya, Wali Kota Pontianak mengajak semua pihak untuk terus bersinergi, menjaga stabilitas sosial, serta menguatkan budaya kolaboratif demi mewujudkan Pontianak yang lebih maju, berdaya saing, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kalbar.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
