Pontianak Barat Prioritaskan Penyelesaian Infrastruktur Jalan dan SPALD-T, Pemkot Siapkan Anggaran Rp16,6 Miliar
PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mengebut penyelesaian sejumlah pekerjaan infrastruktur perkotaan di Pontianak Barat sebagai respons atas tantangan mobilitas dan kualitas lingkungan di wilayah yang berkembang pesat. Prioritas utama kini adalah penataan jalan utama, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga pembangunan drainase strategis guna menjawab kebutuhan warga yang meningkat.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pontianak Barat 2027 menjadi momentum penting bagi Pemkot Pontianak untuk menyusun rencana rinci pembangunan kota. Dalam forum tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa Pontianak Barat memiliki karakter yang cukup kompleks karena berada di kawasan tengah dengan mobilitas tinggi. Apalagi kawasan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kubu Raya.
Salah satu persoalan yang mencuat adalah aktivitas pelabuhan yang berdampak pada arus kendaraan berat dan kontainer mencapai ratusan ribu unit setiap tahun. Kondisi ini mempertegas pentingnya pembangunan infrastruktur jalan yang memadai untuk mengurangi tekanan lalu lintas dan menjaga kelancaran mobilitas warga.
Sebagai langkah awal, Pemkot Pontianak mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,6 miliar untuk pelebaran Jalan Komyos Soedarso, salah satu ruas strategis yang membutuhkan penanganan agar kapasitas jalannya sesuai kebutuhan. Namun pengerjaan fisik proyek ini harus ditunda sementara karena akan dilintasi oleh proyek strategis nasional, yakni Sistem Pengelolaan Air Limbah Daerah Terpadu (SPALD-T). Proyek pengolahan air limbah ini diproyeksikan menghubungkan sambungan rumah dari Nipah Kuning hingga Martapura, menyasar sekitar 16 ribu sambungan bagi rumah tangga.
SPALD-T menjadi bagian penting dari penanganan lingkungan dan kesehatan publik. Dengan sistem pengolahan limbah yang lebih baik, pemerintah ingin mengurangi pencemaran air tanah dan lingkungan akibat limbah domestik yang belum tertangani. Proyek ini rencananya akan dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian jalan yang dilintasi akan selesai ditata setelah instalasi perpipaan rampung.
Selain fokus pada jalur utama, Pemkot juga memprioritaskan pembangunan “pararel Jalan Husein Hamzah” di Sungai Jawi. Saat ini sudah ada 15 titik lahan yang siap dibebaskan untuk mendukung pelebaran dan pembangunan ruas baru ini. Nantinya, proyek ini akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalbar dengan koordinasi tata lahan dari Pemkot Pontianak.
Menurut Edi, pembangunan infrastruktur di Pontianak Barat adalah proses bertahap yang tetap memperhatikan kebutuhan riil masyarakat kota, termasuk jalan, drainase, dan fasilitas dasar lain. “Kota ini kita bangun berdasarkan kebutuhan. Jalan, drainase, dan infrastruktur dasar lainnya harus diselesaikan secara bertahap, tapi pasti,“ ujar Edi saat membuka Musrenbang.
Program seperti SPALD-T yang akan segera dimulai bukan hanya sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga merupakan upaya perbaikan kualitas hidup warga melalui pengelolaan limbah yang lebih baik. Sementara itu, pelebaran jalan yang direncanakan akan meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan berkendara di kawasan padat aktivitas ini.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan dukungan koordinasi lintas sektor, Pontianak Barat diharapkan segera menikmati infrastruktur yang lebih baik, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi, mobilitas warga, dan kualitas lingkungan yang lebih sehat dalam beberapa tahun ke depan.
Penulis: fz
Editor: Chairul
