Fans Bola Wajib Tahu! Ini Perbedaan Mencolok Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kompetisi antarklub Eropa kini tak lagi hanya soal Liga Champions. UEFA telah membagi kasta kompetisi menjadi tiga bagian utama: Liga Champions (UCL), Liga Europa (UEL), dan yang paling bungsu, Conference League (UECL).
Meskipun ketiganya berada di bawah naungan UEFA, ada perbedaan mencolok mulai dari prestise, jumlah hadiah, hingga format tim yang berpartisipasi. Apalagi dengan adanya format baru “League Phase” yang menggantikan fase grup tradisional.
Berikut adalah bedah tuntas perbedaan ketiga kompetisi tersebut:
1. Liga Champions (UCL): Kasta Tertinggi Para Raja
Liga Champions tetap menjadi puncak dari segala kompetisi klub di dunia. Di sini, tim-tim raksasa dengan peringkat liga tertinggi di Eropa saling sikut.
-
Peserta: Diikuti oleh juara liga dan tim peringkat atas dari liga-liga elite Eropa (Premier League, La Liga, Serie A, dsb).
-
Gengsi: Merupakan trofi yang paling didambakan. Menjadi juara di sini berarti menjadi klub terbaik di daratan Eropa.
2. Liga Europa (UEL): Kasta Kedua yang Tetap Membara
Sering disebut sebagai “adik” dari Liga Champions, kompetisi ini tidak kalah kompetitif. Banyak klub besar yang terpeleset dari kasta utama justru menjadikan Liga Europa sebagai jalur pintas menuju Liga Champions musim berikutnya.
-
Peserta: Diisi oleh pemenang piala domestik dan tim yang finis tepat di bawah zona Liga Champions.
-
Privilese: Juara Liga Europa mendapatkan tiket otomatis ke fase liga (League Phase) Liga Champions musim depan.
3. Conference League (UECL): Panggung Tim Kuda Hitam
Diperkenalkan pertama kali pada musim 2021/2022, kompetisi ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi klub-klub dari liga kecil di Eropa agar bisa mencicipi atmosfer kompetisi internasional.
-
Peserta: Umumnya diikuti tim peringkat 6 atau 7 dari liga top, serta juara dari liga-liga menengah ke bawah di Eropa.
- Tujuan: Meningkatkan inklusivitas sepakbola Eropa agar tidak hanya didominasi tim besar itu-itu saja.
Format Baru: Tanpa Fase Grup? Perlu diingat, mulai musim 2024/2025 dan seterusnya, ketiga kompetisi ini menggunakan sistem “League Phase” dengan satu klasemen besar. Setiap tim memainkan jumlah pertandingan tertentu (biasanya 8 laga di UCL/UEL dan 6 laga di UECL) melawan musuh yang berbeda-beda sebelum masuk ke babak knockout.
Dengan struktur baru ini, tensi pertandingan dipastikan meningkat karena setiap gol di klasemen besar sangat menentukan nasib tim untuk lolos ke babak 16 besar.
Penulis: SB
Editor: Chairul
